Minggu, 14 Oktober 2012

Published Minggu, Oktober 14, 2012 by with 0 comment

UML : Ketahui tentang Diagram Sequence

Penjelasan dan fungsi Diagram Sequence

Diagram Sequence merupakan diagram yang merepresentasikan interaksi antar objek. Diagram sequence digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.

Contoh Diagram Sequence

Dibawah ini merupakan contoh diagram sequence pemesanan barang :

contoh sequence diagram

Read More
Published Minggu, Oktober 14, 2012 by with 0 comment

UML : Ketahui tentang diagram Activity

Penjelasan dan tujuan diagram Activity

Diagram Activity merupakan representasi grafis dari alur kerja kegiatan atau tindakan bertahap dengan dukungan untuk pilihan, iterasi dan konkurensi.

Tujuan diagram activity adalah untuk menangkap perilaku dinamis dari sistem. Diagram activity digunakan untuk menunjukkan aliran pesan dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

Contoh diagram Activity

Dibawah ini merupakan contoh dari diagram activity :

Read More

Senin, 08 Oktober 2012

Published Senin, Oktober 08, 2012 by with 0 comment

Doctor Fish si ikan Garra rufa

Sebagian hewan yang ternyata punya 'kelebihan' untuk menyembuhkan penyakit manusia. Selain relatif murah, terapi dengan hewan juga terbukti aman karena tidak menggunakan obat-obatan kimiawi. Salah satunya, lewat bantuan ikan Garra Rufa.

Image from : Matoa.org
Ikan yang satu ini ajaib banget dan pantas mendapat julukan doctor fish! Gimana nggak ajaib, dengan badannya yang hanya sepanjang 9-12 sentimeter, dia bisa menghisap kulit mati, menyamarkan bekas luka, sampai melancarkan peredaran darah. Doctor fish yang punya nama asli Garra Rufa ini, berasal dari daerah perairan Timur Tengah. Umurnya maksimal hanya 6 tahun, dan habitatnya adalah air tawar yang bersuhu kurang lebih 35° Celcius.

Awalnya, penduduk daerah Kangal, Mesir-lah yang menemukan keajaiban si Garra Rufa. Mereka takjub, soalnya dengan merendamkan kaki mereka di air yang ada ikan ini, penyakit seperti gatal-gatal serta eksim bisa hilang. Kemudian, baru diketahui bahwa air liur ikan tidak bergigi ini mengandung enzim dithranol atau antharlin, yang ampuh menyembuhkan penyakit kulit dan membuat kulit tumbuh sehat. Metode pengobatan kulit kaki dengan menggunakan ikan, sekarang disebut Itchtyotheraphy.
Caranya:
  • Pertama-tama, kaki kita harus dicuci dulu sampai bersih. Soalnya, kalau kita habis pakai krim atau lotion, dapat 'meracuni' habitat si ikan di kolam.
  • Lalu kita duduk di pinggir kolam yang kira-kira berisi 500 ekor Garra Rufa. Begitu kaki kita masuk, pasti semua ikan langsung menyerbunya! Walaupun tidak punya gigi, mereka canggih menghisap lapisan kulit mati yang berada di bagian teratas kulit.
  • Saat 'digigiti' si ikan, kita akan merasa seperti kesetrum. Tenang, efek micro-massage skala kecil ini lama kelamaan justru membuat kita rileks dan berfungsi melancarkan peredaran darah.
Setelah terapi selesai, kaki kita akan kembali dibersihkan. Kali ini, fungsinya agar lapisan kulit yang tadi dihisap oleh si ikan betul-betul lepas. Dijamin, habis itu kaki kita terasa bersih dan halus.

source : Gadis
Read More

Rabu, 26 September 2012

Published Rabu, September 26, 2012 by with 0 comment

Cara Mudah Membuat Animasi / film animasi gratis dengan GoAnimate

VM by ombaim on GoAnimate

Make a Video - Powered by GoAnimate.

Diatas adalah salah satu video animasi yang saya buat untuk salah satu tugas kuliah. Untuk pembuatannya kita tidak perlu mahir dalam menggambar dan membuat suatu animasi. Dengan GoAnimate kita tinggal memilih-milih gerakan yang akan kita tampilkan. Dan untuk percakpan telah diatur otomatis, jadi ketika ada percakapan otomatis karakter yang kita pilih akan melakukan animasi berbicara.

Untuk lebih jelasnya silahkan langsung mengunjungi situs resminya dan langsung membuat animasi sendiri. :D

Read More

Rabu, 30 Mei 2012

Published Rabu, Mei 30, 2012 by with 0 comment

Rancangan Penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Rancangan penelitian digunakan sebagai dasar atau patokan dalam melakukan penelitian agar pelaksanaannya dapat berjalan secara benar, baik, dan lancar. Oleh karenanya, rancangan penelitian mempunyai manfaat yang besar bagi kelancaran sebuah penelitian. Adapun manfaat yaitu, Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian, Rancangan penelitian menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penilitian. Dalam rancangan penelitian dijelaskan pula tentang Tujuan penilitian. 

Dengan tujuan penelitian maka peniliti mempunyai arah dan petunjuk yang tepat dalam penelitian sehingga kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penilitian. Dengan rancangan penilitian,seorang peneliti mampu sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penelitian. Oleh karena itu makalah ini akan membahas tentang berbagai macam rancangan penelitian.

B. RUMUSAN MASALAH 

1. Apakah pengertian rancangan penelitian ?
2. Jelaskan Hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian hipotesis!
3. Jelaskan rancangan penelitian survey !
4. Jelaskan Rancangan penelitian percobaan !
5. Jelaskan Rancangan quasi eksprimental !
6. Jelaskan Rancangan penelitian klinik !

C. TUJUAN 

1. Untuk mengetahui pengertian rancangan penilitian 
2. Menjelaskan hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian hipotesis
3. Menjelaskan tentang rancangan penelitian survey
4. Menjelaskan rancangan penelitian percobaan 
5. Menjelaskan rancangan quasi eksperimental
6. Menjelaskan rancangan penelitian klinik 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Rancangan Penelitian :

Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur dan strategi penelitian yang dimasuksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar, dengan melakukan pengendalian varians.

B. Hubungan Rancangan Penelitian Dengan Pembuktian Hipotesis

Suatu rancangan penelitian merupakan hal yang penting terutama dalam pembuktian hipotesis, sebagai konfirmasi kebenaran hipotesis dalam rangka menjawab permasalaan yang ada. Dari permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan teori, fakta yang diperoleh pada penelitian terdahulu, dan asumsi peneliti, dikembangkan kerangka teoritik yang mendasari perumusan hipotesis.

1. Hubungan Kausal

Bentuk-bentuk hubungan kausal 

a. Hubungan asimetris : ada dua hubungan variable,tetapi tidak ada mekanisme pengaruh mempengarui, masing-masing bersifat mandiri:
Contoh :
Kebetulan : kenaikakan gaji dosen dengan turunnya hujan. sama-sama merupakan akibat dari factor(variable bebas) yang sama: hubungan antara tinggi badan dan berat badan,keduanya merupakan variabel tergantung dari variabel bebas pertumbuan. 
Indikator dari konsep yang sama : ubungan antara dua kekuatan kontraksi otot dengan kontraksi otot 

b. Hubungan simetris : korelasi antara dua variabel, dengan satu variabel(bebas) bersifat mempengaruhi variabel lain(tinggi kadar lipoprotein berat jenis benda dalam dara mengakibatkan aterosklerosis).

c. Hubungan timbal balik : korelasi antara dua variabel saling mempengarui.
Contoh : 
Korelasi antara malnutrisi dan mal absorsi

2. Validitas :

Membicarakan validitas sebagai terminologi penelitian, setidak-tidaknya akan sampai pada dua pengertian , yakni berkaitan dengan pengukuran dan yang kedua berkaitan dengan penelitian itu sendiri. validitas berkaitan dengan tiga unsur; alat ukur,metode ukuran dan pengukur(peneliti).

Validitas ukur adalah suatu keadaan dimana alat ukur yang di gunakan untuk mengukur karakteristik seperti yang diinginkan oleh peneliti untuk di ukur.

Validitas penelitian mempunyai pengertian yang berbeda dengan validitas pengukuran , walaupun untuk termencapai validitas penelitian syarat validitas pengukuran harus terpenuhi pula

Ada dua macam validitas penelitian yakni :

1. Validitas internal : ikwal kesahihan penelitian yang menyangkut pernyataan ; sejauh mana perubahan yang diamati dalam suatu penelitian (terutama penelitian ekprimental) benar-benar hanya terjadi karena perlakuan yang di berikan dan bukan pengaruh factor lain (variabel luar).

Faktor- Faktor yang mempengaruhi validitas internal :
  • Sejarah (history) : peristiwa yang terjadi pada waktu lalu dan kadang-kadang dapat berpengaruh teradap variabel terikat. 
  • Kematangan (muturitas) : adanya perubahan baik secara biologis maupun non biologis yang prosesnya dapat berpengaruh. 
  • Seleksi(selection) : adanya perubahan cirri-ciri atau sifat-sifat dari suatu populasi. 
  • Prosedur (testing) : terjadinga stress yang dapat berpengaruh terhadap hasil tes.
  • Instrumen : adanya pengaruh yang diakibatkan oleh alat ukur terhadap hasil tes. 
  • Mortalitas : adanya perubahan yang terjadikarena adanya anggota dari populasi yang drop out. 
  • Nilai rata-rata : terjadinya perubahan akibat adanya nilai ekstrim tinggi atau yang rendah seingga mempengaruhi hasil tesnya 

2. Validitas eksternal : ikhwal penelitian yang menyangkut pertanyaan, sejauh mana hasil suatu penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi induk (asal sampel) penelitian diambil.
Contoh : apabila kita meneliti tingkat efektifitas suatu metode penyuluhan baru mengenai program imunisasi dengan mengambil sampel di suatu desa dan ternyata baik hasilnya.

Factor-faktor yang mempengaruhi validitas 
  • Efek seleksi berbagai anggota sampel
  • Gangguan penanganan perlakuan berganda

C. Jenis Rancangan Penelitian Survey

Penelitian survey digolongkan menjadi dua, yang bersifat deskriptif dan analitik.

1. Rancangan Penelitian Deskriptif

a. Definisi Rancangan Penelitian Deskriptif
Rancangan Penelitian Deskriptif merupakan rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat sederhana berupa sumpling survey.

b. Ciri-ciri Penelitian Deskriftif
  • Merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studinya. 
  • Terdapat hubungan sebab akibat hanya merupakan perkiraan yang didasarkan atas table silang yang disajikan. 
  • Tidak dibutuhkan kelompok control sebagai pembanding karena yang dicari adalah prevalensi penyakit atau fenomena tertentu. 
  • Hasil penelitian hanya disajikan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilakukan analisis yang mendalam. 
  • Merupakan penelitian pendahuluan, digunakan bersama-sama dengan hampir semua jenis penelitian. 
  • Pengumpulan data dilakukan satu priode tertentu. 
  • Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan cross sectional berupa sampling survey atau data sekunder dari rekam medis. 
  • Dapat dilakukan pada wilayah terbatas atau meliputi wilayah yang lebih luas 

c. Manfaat Penelitian Deskriptif
  • Digunakan untuk menyusun perencanaan pelayanan kebidanan pada masyarakat. 
  • Diperlukan untuk mengadakan evaluasi program pelayanan kebidanan yang telah dilakukan.
  • Usulan untuk penelitian lanjutan. 
  • Diperlukan untuk membandingkan prevalensi masalah penyakit tertentu antar daerah atau satu daerah dalam waktu yang berbeda.

d. Bentuk pertanyaan penelitian (contoh)
  • Berapa besar prevalensi hipertensi dalam kehamilan bagi ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun? 
  • Berapa besar prevalensi penggunaan tablet Fe oleh ibu hamil untuk mengatasi kekurangan zat besi pada ibu hamil yang mengalami anemia? 

e. Rumusan tujuan penelitian (contoh)
  • Untuk mengetahui prevalensi penyakit hipertensi dalam kehamilan bagi ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun. 
  • Untuk mengetahui pemakaian tablet fe oleh ibu hamil di wilayah kerja… dalam mengatasi kekurangan zat besi pada ibu hamil yang mengalami anemia. 

f. Pengolahan data menggunakan rumus
Menggunakan rumus :
P = f / N x 100

2. Metode Penelitian Survei Analitik

Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar faktor risiko, maupun antar faktor efek.

Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dari adanya faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). Secara garis besar survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis), yakni Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case Control (Retrospective), dan Survey Analitic Cohort (Prospective).

a. Penelitian Cross Sectional
Survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Penelitian cross sectional ini sering disebut juga penelitian transversal, dan sering digunakan dalam penelitian-penelitian epidemiologi.

b. Penelitian Case Control
Penelitian case control adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan “retrospective”. Dengan kata lain efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Adapun tahap-tahap penelitian case control ini adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko atau efek) 
  2. Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel) 
  3. Identifikasi kasus 
  4. Pemilihan subyek sebagai control 
  5. Melakukan pengukuran “retrospektif” (melihat kebelakang) untuk melihat faktor risiko. 
  6. Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel-variabel objek kontrol. 

c. Penelitian Cohort
Penelitian cohort sering disebut penelitian prospektif adalah suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek (penyakit). Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan secara prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu indikator status kesehatan.

Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain sebagai berikut:
  1. Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek. 
  2. Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi dan sampel).
  3. Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari subjek dengan efek negative.
  4. Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok control.
  5. Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang ditentukan. 
  6. Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua kelompok.
  7. Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok control. 

D. Rancangan Penilitian Percobaan

Percobaan pada umumnya dilakukan untuk menemukan sesuatu. Oleh karena itu secara teoritis, percobaan diartikan sebagai tes (Montgomery, 1991) atau penyelidikan terencana untuk mendapatkan fakta baru (Steel dan Torrie, 1995). Dan rancangan percobaan dapat diartikan sebagai tes atau serangkaian tes dimana perubahan yang berarti dilakukan pada variabel dari suatu proses atau sistem sehingga kita dapat mengamati dan mengidentifikasi alasan-alasan perubahan pada respon output (Montgomery, 1991). Sedangkan menurut Milliken dan Johnson (1992) rancangan percobaan merupakan hal yang sangat berhubungan dengan perencanaan penelitian untuk mendapatkan informasi maksimum dari bahan-bahan yang tersedia. Dan dapat juga diartikan sebagai seperangkat aturan/cara/prosedur untuk menerapkan perlakuan kepada satuan percobaan (Steel dan Torrie, 1995).

Adapun prinsip dasar dalam rancangan percobaan ada 3 yaitu :

1) Ulangan 

Ulangan adalah diterapkannya satu perlakuan kepada lebih dari satu satuan percobaan. Ulangan merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian dan mempunyai fungsi untuk (1) Menyediakan galat percobaan; (2) Meningkatkan presisi dengan menurunkan simpangan baku); (3) Meningkatkan generalisasi (kalau ulangan dilakukan a.l. pada tempat, waktu, bahan yang berbeda). Besarnya ulangan ditentukan oleh: (1) besarnya perbedaan yang ingin dideteksi; dan (2) keragaman data dan jumlah perlakuan.

2) Pengacakan 

Pengacakan adalah yang mendasari metode statistika dalam rancangan percobaan. Pengacakan adalah penerapan perlakuan kepada satuan percobaan sehingga semua/setiap satuan percobaan mempunyai peluang yang sama untuk menerima suatu perlakuan. Konsep pengacakan ini berlaku juga untuk pengambilan subsampelatau penentuan satuan pengamatan. 

Pengacakan berfungsi: (1) Menghindarkan bias yaitu menjamin penduga tidak bias untuk nilai tengah perlakuan dan galat percobaan; (2) Menjamin adanya kebebasan antar pengamatan; (3) Mengatasi sumber keragaman yang diketahui namun tidak dapat diduga pengaruhnya.

3) Pengelompokkan 

Pengelompokkan adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan ketelitian percobaan. Pengelompokan dilakukan kalau terdapat sumber keragaman yang dapat diketahui dan pengaruhnya dapat diperkirakan. Bahan percobaan disusun ke dalam kelompok-kelompok satuan percobaan yang relatif seragam. Fungsi pengelompokan:

a. Meningkatkan presisi
Pengelompokan meningkatkan presisi (sensitivitas percobaan dalam mendeteksi perbedaan) dengan memisahkankeragaman antarkelompok (sumber keragaman yang dapat diduga pengaruhnya) dari galat percobaan sehingga galat percobaan dapat diperkecil. Dalam hal ini perlakuan dibandingkan pada kondisi yang hampir sama. 

b. Meningkatkan informasi. 
Pengelompokan dapat meningkatkan informasi karena kelompok dapat diletakkan pada tempat, waktu, dan bahan yang berbeda.

Jenis Rancangan Percobaan Berdasar Rancangan Dasar Yang Digunakan :

Rancangan dasar atau yang dapat juga diisebut rancangan lingkungan adalah pembagian jenis rancangan percobaan berdasarkan kondisi lingkungan dimana percobaan itu dilaksanakan. Disini rancangan percobaan terbagi menjadi:

a. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen (atau dapat dianggap homogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan di laboratorium atau rumah kaca dimana pengaruh lingkungan secara nisbi lebih mudah dikendalikan. Perlu dijelaskan disini bahwa yang disebut "lingkungan" adalah faktor-faktor lain diluar faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan RAL setiap unit percobaan ditempatkan secara acak serta tidak mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu

b. Rancangan Acak Kelompok (RAK) 
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak homogen (heterogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan di lapangan, dimana terdapat 1 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK setiap unit percobaan ditempatkan secara acak dan mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu, tegak lurus dari sumber keragaman yang ada di lapangan. 

Percobaan factorial Percobaan faktorial adalah suatu percobaan dimana dalam satu keadaan (unit percobaan) dicobakan secara bersamaan dari beberapa (2 atau lebih) percobaan-percobaan tunggal. Dari percobaan faktorial, selain dapat diketahui pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang diujikan, dapat diketahui pula pengaruh gabungan (interaksi) dari masing-masing faktor yang diujikan.

E. Rancangan – rancangan eksperimen semu (quasi experiment)

Disebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki ciri – ciri rancanagan eksperimen yang sebenarnya, karena variable – variable yang seharusnya dikontrol atau dimanipulasi. Oleh karena itu vasiditas penelitian menjadi kurang cukup untuk disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya. Rancangan – rancangan yang tergolong ke dalam kelompok ini antara lain sebagai berikut:

a. Rancangan Rangkaian Waktu (Time Series Design)
Rancangan ini seperti rancangan pretest – posttest, kecuali mempunyai keuntungan dengan melakukan observasi ( pengukuran yang berulang –ulang), sebelum dan sesudah perlakuan . Dengan menggunakan serangkaian observasi (tes), dapat memungkinkan validitasnya lebih tinggi. Karena pada rancangan protes – postes, kemungkinan hasil 02 dipengaruhi oleh factor lain diluar perlakuan sangat besar, sedangkan pada rancangan ini, oleh karena observasi dilakukan lebih dari satu kali ( baik sebelum maupun sesudah perlakuan ,maka pengaruh factor luar tersebut dapat dikurangi.

b. Rancangan Rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding (Control Time Series Design)
Pada dasarnya rancangan ini adalah rancangan rangkaiaan waktu, hanya dengan menggunakan kelompok pembanding(control). Rancangan ini lebih memungkinkan adanya control terhadap validitas internal, sehingga keuntungan dari rancangan ini lebih menjamin adanya validitas internal yang tinggi. 

c. Rancangan ‘’Non – Equivalent Control Group’’
Dalam penelitian lapangan, biasanya lebih dimungkinkan untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu control yang serupa, tetapi tidak perlu kelompok yang benar-benar sama. Misalnya kita akan melakukan studi tentang pengaruh pelatihan kader terhadap cakupan posyandu. Kelompok kader yang akan diberikan pelatihan, tidak mungkin sama betul dengan kelompok kader yang tidak akan diberi pelatihan (kelompok control). 

d. Rancanmgan ‘’Separate Sample Pretest – Postest’’
Rancangan ‘’non – equivalent control group ‘’ ini sangat baik digunakan untuk evaluasi program pendidikan kesehatan atau pelatihan – pelatihan lainnya. Di samping itu rancangan ini juga baik untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu kecamatan atau desa, dengan kecamatan atau desa lainnya. Dalam rancangan ini, pengelompokkan anggota sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok control tidak dilakukan secara random atau acak. Oleh sebab itu rancangan ini sering disebut jg ‘’Non – rondomi-zed Control Group Pretes – Postest Design’’.

Rancangan ‘’ non- equivalent control group ‘’ ini sangat baik digunakan untuk evaluasi p

e. Rancangan ‘’Separate Sample Pretest – Posstest’’
Rancangan ini sering digunakan dalam penilitian-penilitian kesehatan dan keluarga berencana. Pengukuran pertama(pretes) dilakukan terhadap sampel yang dipilih secara acak dari populasi tertentu. Kemudian dilakukan pengukuran kedua (postes)pada kelompok sampel lain, yang juga dipilih secara acak (random)dari populasi yang sama. Rancangan ini sangat baik untuk menghindari pengaruh atau efek dari’’tes’’, meskipun tidak dapat mengontrol ‘’sejarah’’maturitas,dan instrumen’’.

F. Penelitian Klinik 

a. Perkembangan penelitian klinik 

Perkembangan penilitian klinik adalah sejalan dengan perkembangan ilmu kedekteron. Ilmu kedokteran sebagai ilmu alamiah berkembang melalui dua cara, yaitu melalui observasi dan eksperimen. Cara observasi ini dilakukan dengan mencatat sifat – sifat dan gejala-gejala yang terjadi secara alamiah, dan dengan cara ini kemudian diperoleh informasi tenatng perjalanan alamiah penyakit dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan cara eksperimen, dilakukan dengan mengatur kondisi tertentu terhadap objek, kemudian mengamati terhadap perubahan- perubahan yang terjadi pada objek tersebut. Di dalam ilmu kedoteran/kesehatan, kedua cara ini saling menunjang dan saling melengkapi. 

b. Tahap – tahap penilitian 

Tujuan penilitian klinik adalah untuk menguji efektivitas obat pada manusia. Dengan sendirinya sebelum obat tersebut dicobakan pada manusia terlebih dahulu harus dicobakan pada binatang percobaan. Berdasarkan tujuannya, penelitian klinik ini dibagi dalam 4 tahap, yakni : 

1. Tahap pertama 
Tahap pertama klinik ini merupakan pemberian obat untuk pertama kali pada manusia, setelah obat yang bersangkutan telah lolos dari penilitian farmakologi dan teksiologi pada binatang percobaan. Tujuan penilitian klinis tahap ini untuk memperlihatkan efek farmakologi klinik suatu obat pada sekelompok kecil penderita atau sukarelawan sehat. Pengukuran dalam penilitian ini menyangkut khasiat obat, dengan data yang dikumpulkan adalah : jenis obat, hubungan antara dosis dengan respons, lama keja obat pada dosis tunggal, metabolisme, dan interaksi.

2. Tahap kedua 
Tujuan penilitian tahap ini adalah untuk menentukan apakah kerja farmakologi yang telah dibuktiakan pada tahap pertama tersebut berguna untuk pengobatan. Indicator dari pengukuran penilitian tahap ini adalah penyembuhan penyakit. Tetapi karena kesembuhan tersebut biasanya terjadi pada waktu yang panjang, maka efek farmakologilah yang dijadikan indicator, misalnya kadar gula darah, penurunan tekanan darah, dan sebagainya. Selain itu perlu dikumpulkan data tentang efek samping yang cukup untuk memperkirakan secara dini rasio antara risiko dan keuntungan. Dari penilitian pada tahap ini dapat ditentukan manfaat obat yang bersangkutan dibanding dengan obat atau cara pengobatan yang lain yang telah ada.Dalam tahap ini pula dapat ditentukan hubungan antara dosis dan kadar obat dalam plasma atau jaringan dengan efek kliniknya.

3. Tahap ketiga
Pada tahap ini diperlukan orang percobaan atau penderita yang lebih banyak, dan dilakukan di luar tempat penilitian tahap kedua, dan hasil penilitian ini dapat memperkuat atau menolak hal-hal yang ditemukan pada penilitian tahap kedua, misalkannya : insiden efek samping yang frekuensinya rendah, profil obat yang bersangkutan bila digunakan pada pasien yang tidak terseleksi secara teliti, dan sebagainya.

4. Keempat 
Tahap ini adalah yang dilakukan setelah obat dipasarkan. Oleh sebab itu penilitian sering disebut ‘’ post marketing drugs surveillance’’,yang bertujuan mengatasi kekurangan informasi yang ada pada penilitian tahap sebelumnya. Penilitian ini mencakup empat masalah pokok yaitu :

Efek samping, terutama yang muncul akibat pengguna obat jangka pendek.. 
Masalah manfaat, yang mencakup efek obat pada pemberian jangka lama dalam usaha pencegahan kekmbuhan, komplikasi penyakit, dan manfaat obat-obatan disbanding dengan cara penyembuhan yg lain. 
Data pengguna, mencakup pengguna obat untuk indikasi baru, kelebihan pakai (oper used), salah guna (misused), dan penyalagunaan ( abused), yang biasanya sukar dijumpai pada percobaan klinik yang terkontrol. 
Ratio biaya atau risiko/keuntungan , bahaya dan biaya. 

Pada tahap ini, metode penilitian yang digunakan bukan saja yang bersifat penilitian klinik, tetapi digunakan pada penilitian epidiologik, survey dan pemantauan ( monitoring). Pada saat ini ‘’ clinical trial’’ sebagai suatu metode penilitian kesehatan/ kedokteran penggunaannya tidak hanya terbatas pada pengembangan dan evaluasi obat saja, tetapi mulai digunakan untuk pengembangan dan evaluasi cara penyembuhan yang lain, misalnya : operasi, fisioterapi, jenis dan cara perawatan, dan sebagainya. Semua kegiatan ini biasanya disebut penilitian pelayanan kesehatan ( health care trial)

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur dan strategi penelitian yang dimasuksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar, dengan melakukan pengendalian varians.

Berbagai jenis rancangan atau metode penelitian :
  • Rancangan penelitian survey. 
  • Rancangan penelitian percobaan. 
  • Rancangan quasi eksperimental. 
  • Rancangan penelitian klinik 

B. SARAN 

Melalui makalah ini penulis berharap melalui makalah ini para pembaca dapat menggunakan metode penelitian yang tepat ketika mulai melakukan penelitian dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah 


DAFTAR PUSTAKA

Damin,Sudarman.2003.Metode Penelitian Kebidanan Prosedur,Kebijakan dan Etik.cet ketiga.Jakarta:EGC

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodelogi Penilitian Kesehatan.cet.ketiga. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Wardani,I.G.A.K,dkk.2009.Teknik Menulis Karya Ilmiah.cet.keenam.Jakarta: Universitas Terbuka

http://statistika-indonesia.blog.friendster.com/2008/03/berbagai-jenis-rancangan-percobaan/diakses tanggal,03 Oktober 2010.

http://meetabied.wordpress.com/2010/03/20/penelitian-survey/ diakses tanggal, 03 Oktober 2010.

http://ardhana12.wordpress.com/2010/09/01/penelitian-eksperimen-satu-metode-penelitian/ diakses tanggal, 30 Oktober 2010.
Read More

Kamis, 24 Mei 2012

Published Kamis, Mei 24, 2012 by with 0 comment

Pesan SIngkat dari Sahabat

“Gw gx akan pernah melupakan kalian dan gw bangga punya temen2 seperti kalian”, itulah kalimat yang ada dipikiran ipul setelah membaca sms yang dikirimkan salah seorang temannya. Ipul adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di Ibukota, sebenarnya ia berasal dari pulau Sumatera tetapi karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang mahasiswa maka ia harus pergi ke ibukota meninggalkan keluarga, teman-teman yang ia cintai dan mencintai dirinya. 

Di ibukota ipul harus menyewa kamar alias jadi anak kosan. Ia harus rela kehilangan semua fasilitas yang ia dapat sewaktu tinggal di rumah bersama keluarganya seperti tv, playstation, kendaraan pribadi, dll. Ipul tidak tinggal sendiri, ia tinggal bersama kedua orang temannya yang juga anak perantauan. Mereka bertiga tinggal di kosan yang sama.

Hari itu adalah hari yang berat bagi ipul, karena besok ia harus mengikuti ujian salah satu mata kuliah yang kurang ia kuasai, makanya sejak malam hari sampai hari ini ipul membolak-balik materi kuliah dan kumpulan soal-soal yang ia dapat dari dosen dan teman-temannya di kampus. Ia tidak tidur semalaman suntuk dengan harapan ujian besok bias mendapat nilai yang sempurna. Karena lelah ipul pun tertidur sambil memeluk buku yang tadi sedang ia baca.

Sekitar jam 14.15.23 ipul terbangun karena suara nada dering sms dari handphonenya. Sambil setengah sadar ia pun membuka dan membaca pesan yang dikirimkan salah seorang temannya di Lampung. Pesan tersebut berbunyi “ knp prshbtn bs ptus?, krn trkdg kita brfkr : ah, mungkin dia lg sibuk akhirnya gak jadi sms kadang kita brfikir takut ganggu, lama kelamaan, jadi cuek akhirnya muncul pemikiran ngapain aku ngehubungi dia dluan, Dia aja belum tentu mau ngehubungi aku. kalo sudah gini cinta kasih dalam persahabatan sudah berkurang, hasilnya gak akan ada lagi persahabatan diantara kita, semuanya jadi lupa, itu jadi alasan aku ngirim sms ini itu tandanya aku gak pernah lupa sama kamu. Q gx mau jd org sprt yg tadi”. Setelah membaca pesan dari temannya tersebut ipul pun sadar bahwa selama ini ia hampir melupakan teman-teman seperjuangannya sewaktu menghadapi ujian Negara karena ia terlalu sibuk dengan kegiatan kuliah tanpa memikirkan teman-temannya padahal teman-temannya tidak pernah melupakan dirinya.

Pesan dari temannya itu pula lah yang menjadi pelecut semangat ipul untuk menghadapi ujian besok hari. Ia tidak mau mengecewakan teman-temannya yang selalu menyemangati dan mendoakannya. Ia ingin membuat teman-teman serta keluarganya bangga kepadanya.

Keesokan harinya ipul harus bertempur dengan 30 soal yang diberikan dosen untuk mendapat nilai yang maksimal dan membanggakan teman-teman serta keluarganya. Namun semua soal yang diberikan bisa dijawab ipul dengan tenang, ia pun yakin akan mendapat nilai yang maksimal. Beberapa minggu setelah ujian, nilai hasil ujiannya pun sudah keluar. Ipul mendapat banyak nilai A dan IP yang diatas rata-rata, itu semua berkat kerja kerasnya serta dukungan dari orang-orang yang mencintai dan menyayangi dirinya.

Setelah pengumuman hasil ujian ipul dan teman-teman di kampusnya mendapat jatah liburan 2 minggu. Kesempatan itu tidak disia-siakan ipul, ia langsung mengemasi pakaiannya dan memutuskan pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga dan teman-teman seperjuangannya sewaktu di SMA. Ipul memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang kampungnya yang sudah sekian lama ia harapkan menggunakan perjalanan darat menggunakan mobil travel. Mobil travel itu bertipe minibus yang dapat memuat sekitar 12 orang, ia duduk di kursi penumpang paling belakang.

Di perjalanan pulang ia pun menemui bebrapa kendala antara lain ia harus bersabar karena kemacetan yang luar biasa, biasanya ia hanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan namun karena macet ia harus membutuhkan 17 jam perjalanan. Namun hal itu tidak menghalangi semangat ipul yang menggebu-gebu untuk segera bertemu keluarga dan teman-temannya. Sesampainya di rumah ipul langsung mencium tangan kedua orang tuanya, satu jam kemudian ipul langsung pergi untuk bertemu dengan teman-temannya seperjuangannya untuk membicarakan pengalaman hidupnya berada jauh dari kedua orang tua.
Read More