Senin, 08 Oktober 2012

Published Senin, Oktober 08, 2012 by with 0 comment

Doctor Fish si ikan Garra rufa

Sebagian hewan yang ternyata punya 'kelebihan' untuk menyembuhkan penyakit manusia. Selain relatif murah, terapi dengan hewan juga terbukti aman karena tidak menggunakan obat-obatan kimiawi. Salah satunya, lewat bantuan ikan Garra Rufa.

Image from : Matoa.org
Ikan yang satu ini ajaib banget dan pantas mendapat julukan doctor fish! Gimana nggak ajaib, dengan badannya yang hanya sepanjang 9-12 sentimeter, dia bisa menghisap kulit mati, menyamarkan bekas luka, sampai melancarkan peredaran darah. Doctor fish yang punya nama asli Garra Rufa ini, berasal dari daerah perairan Timur Tengah. Umurnya maksimal hanya 6 tahun, dan habitatnya adalah air tawar yang bersuhu kurang lebih 35° Celcius.

Awalnya, penduduk daerah Kangal, Mesir-lah yang menemukan keajaiban si Garra Rufa. Mereka takjub, soalnya dengan merendamkan kaki mereka di air yang ada ikan ini, penyakit seperti gatal-gatal serta eksim bisa hilang. Kemudian, baru diketahui bahwa air liur ikan tidak bergigi ini mengandung enzim dithranol atau antharlin, yang ampuh menyembuhkan penyakit kulit dan membuat kulit tumbuh sehat. Metode pengobatan kulit kaki dengan menggunakan ikan, sekarang disebut Itchtyotheraphy.
Caranya:
  • Pertama-tama, kaki kita harus dicuci dulu sampai bersih. Soalnya, kalau kita habis pakai krim atau lotion, dapat 'meracuni' habitat si ikan di kolam.
  • Lalu kita duduk di pinggir kolam yang kira-kira berisi 500 ekor Garra Rufa. Begitu kaki kita masuk, pasti semua ikan langsung menyerbunya! Walaupun tidak punya gigi, mereka canggih menghisap lapisan kulit mati yang berada di bagian teratas kulit.
  • Saat 'digigiti' si ikan, kita akan merasa seperti kesetrum. Tenang, efek micro-massage skala kecil ini lama kelamaan justru membuat kita rileks dan berfungsi melancarkan peredaran darah.
Setelah terapi selesai, kaki kita akan kembali dibersihkan. Kali ini, fungsinya agar lapisan kulit yang tadi dihisap oleh si ikan betul-betul lepas. Dijamin, habis itu kaki kita terasa bersih dan halus.

source : Gadis
Read More

Rabu, 26 September 2012

Published Rabu, September 26, 2012 by with 0 comment

Cara Mudah Membuat Animasi / film animasi gratis dengan GoAnimate

VM by ombaim on GoAnimate

Make a Video - Powered by GoAnimate.

Diatas adalah salah satu video animasi yang saya buat untuk salah satu tugas kuliah. Untuk pembuatannya kita tidak perlu mahir dalam menggambar dan membuat suatu animasi. Dengan GoAnimate kita tinggal memilih-milih gerakan yang akan kita tampilkan. Dan untuk percakpan telah diatur otomatis, jadi ketika ada percakapan otomatis karakter yang kita pilih akan melakukan animasi berbicara.

Untuk lebih jelasnya silahkan langsung mengunjungi situs resminya dan langsung membuat animasi sendiri. :D

Read More

Rabu, 30 Mei 2012

Published Rabu, Mei 30, 2012 by with 0 comment

Rancangan Penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Rancangan penelitian digunakan sebagai dasar atau patokan dalam melakukan penelitian agar pelaksanaannya dapat berjalan secara benar, baik, dan lancar. Oleh karenanya, rancangan penelitian mempunyai manfaat yang besar bagi kelancaran sebuah penelitian. Adapun manfaat yaitu, Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian, Rancangan penelitian menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penilitian. Dalam rancangan penelitian dijelaskan pula tentang Tujuan penilitian. 

Dengan tujuan penelitian maka peniliti mempunyai arah dan petunjuk yang tepat dalam penelitian sehingga kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penilitian. Dengan rancangan penilitian,seorang peneliti mampu sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penelitian. Oleh karena itu makalah ini akan membahas tentang berbagai macam rancangan penelitian.

B. RUMUSAN MASALAH 

1. Apakah pengertian rancangan penelitian ?
2. Jelaskan Hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian hipotesis!
3. Jelaskan rancangan penelitian survey !
4. Jelaskan Rancangan penelitian percobaan !
5. Jelaskan Rancangan quasi eksprimental !
6. Jelaskan Rancangan penelitian klinik !

C. TUJUAN 

1. Untuk mengetahui pengertian rancangan penilitian 
2. Menjelaskan hubungan rancangan penelitian dengan pembuktian hipotesis
3. Menjelaskan tentang rancangan penelitian survey
4. Menjelaskan rancangan penelitian percobaan 
5. Menjelaskan rancangan quasi eksperimental
6. Menjelaskan rancangan penelitian klinik 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Rancangan Penelitian :

Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur dan strategi penelitian yang dimasuksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar, dengan melakukan pengendalian varians.

B. Hubungan Rancangan Penelitian Dengan Pembuktian Hipotesis

Suatu rancangan penelitian merupakan hal yang penting terutama dalam pembuktian hipotesis, sebagai konfirmasi kebenaran hipotesis dalam rangka menjawab permasalaan yang ada. Dari permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan teori, fakta yang diperoleh pada penelitian terdahulu, dan asumsi peneliti, dikembangkan kerangka teoritik yang mendasari perumusan hipotesis.

1. Hubungan Kausal

Bentuk-bentuk hubungan kausal 

a. Hubungan asimetris : ada dua hubungan variable,tetapi tidak ada mekanisme pengaruh mempengarui, masing-masing bersifat mandiri:
Contoh :
Kebetulan : kenaikakan gaji dosen dengan turunnya hujan. sama-sama merupakan akibat dari factor(variable bebas) yang sama: hubungan antara tinggi badan dan berat badan,keduanya merupakan variabel tergantung dari variabel bebas pertumbuan. 
Indikator dari konsep yang sama : ubungan antara dua kekuatan kontraksi otot dengan kontraksi otot 

b. Hubungan simetris : korelasi antara dua variabel, dengan satu variabel(bebas) bersifat mempengaruhi variabel lain(tinggi kadar lipoprotein berat jenis benda dalam dara mengakibatkan aterosklerosis).

c. Hubungan timbal balik : korelasi antara dua variabel saling mempengarui.
Contoh : 
Korelasi antara malnutrisi dan mal absorsi

2. Validitas :

Membicarakan validitas sebagai terminologi penelitian, setidak-tidaknya akan sampai pada dua pengertian , yakni berkaitan dengan pengukuran dan yang kedua berkaitan dengan penelitian itu sendiri. validitas berkaitan dengan tiga unsur; alat ukur,metode ukuran dan pengukur(peneliti).

Validitas ukur adalah suatu keadaan dimana alat ukur yang di gunakan untuk mengukur karakteristik seperti yang diinginkan oleh peneliti untuk di ukur.

Validitas penelitian mempunyai pengertian yang berbeda dengan validitas pengukuran , walaupun untuk termencapai validitas penelitian syarat validitas pengukuran harus terpenuhi pula

Ada dua macam validitas penelitian yakni :

1. Validitas internal : ikwal kesahihan penelitian yang menyangkut pernyataan ; sejauh mana perubahan yang diamati dalam suatu penelitian (terutama penelitian ekprimental) benar-benar hanya terjadi karena perlakuan yang di berikan dan bukan pengaruh factor lain (variabel luar).

Faktor- Faktor yang mempengaruhi validitas internal :
  • Sejarah (history) : peristiwa yang terjadi pada waktu lalu dan kadang-kadang dapat berpengaruh teradap variabel terikat. 
  • Kematangan (muturitas) : adanya perubahan baik secara biologis maupun non biologis yang prosesnya dapat berpengaruh. 
  • Seleksi(selection) : adanya perubahan cirri-ciri atau sifat-sifat dari suatu populasi. 
  • Prosedur (testing) : terjadinga stress yang dapat berpengaruh terhadap hasil tes.
  • Instrumen : adanya pengaruh yang diakibatkan oleh alat ukur terhadap hasil tes. 
  • Mortalitas : adanya perubahan yang terjadikarena adanya anggota dari populasi yang drop out. 
  • Nilai rata-rata : terjadinya perubahan akibat adanya nilai ekstrim tinggi atau yang rendah seingga mempengaruhi hasil tesnya 

2. Validitas eksternal : ikhwal penelitian yang menyangkut pertanyaan, sejauh mana hasil suatu penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi induk (asal sampel) penelitian diambil.
Contoh : apabila kita meneliti tingkat efektifitas suatu metode penyuluhan baru mengenai program imunisasi dengan mengambil sampel di suatu desa dan ternyata baik hasilnya.

Factor-faktor yang mempengaruhi validitas 
  • Efek seleksi berbagai anggota sampel
  • Gangguan penanganan perlakuan berganda

C. Jenis Rancangan Penelitian Survey

Penelitian survey digolongkan menjadi dua, yang bersifat deskriptif dan analitik.

1. Rancangan Penelitian Deskriptif

a. Definisi Rancangan Penelitian Deskriptif
Rancangan Penelitian Deskriptif merupakan rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat sederhana berupa sumpling survey.

b. Ciri-ciri Penelitian Deskriftif
  • Merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studinya. 
  • Terdapat hubungan sebab akibat hanya merupakan perkiraan yang didasarkan atas table silang yang disajikan. 
  • Tidak dibutuhkan kelompok control sebagai pembanding karena yang dicari adalah prevalensi penyakit atau fenomena tertentu. 
  • Hasil penelitian hanya disajikan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilakukan analisis yang mendalam. 
  • Merupakan penelitian pendahuluan, digunakan bersama-sama dengan hampir semua jenis penelitian. 
  • Pengumpulan data dilakukan satu priode tertentu. 
  • Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan cross sectional berupa sampling survey atau data sekunder dari rekam medis. 
  • Dapat dilakukan pada wilayah terbatas atau meliputi wilayah yang lebih luas 

c. Manfaat Penelitian Deskriptif
  • Digunakan untuk menyusun perencanaan pelayanan kebidanan pada masyarakat. 
  • Diperlukan untuk mengadakan evaluasi program pelayanan kebidanan yang telah dilakukan.
  • Usulan untuk penelitian lanjutan. 
  • Diperlukan untuk membandingkan prevalensi masalah penyakit tertentu antar daerah atau satu daerah dalam waktu yang berbeda.

d. Bentuk pertanyaan penelitian (contoh)
  • Berapa besar prevalensi hipertensi dalam kehamilan bagi ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun? 
  • Berapa besar prevalensi penggunaan tablet Fe oleh ibu hamil untuk mengatasi kekurangan zat besi pada ibu hamil yang mengalami anemia? 

e. Rumusan tujuan penelitian (contoh)
  • Untuk mengetahui prevalensi penyakit hipertensi dalam kehamilan bagi ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun. 
  • Untuk mengetahui pemakaian tablet fe oleh ibu hamil di wilayah kerja… dalam mengatasi kekurangan zat besi pada ibu hamil yang mengalami anemia. 

f. Pengolahan data menggunakan rumus
Menggunakan rumus :
P = f / N x 100

2. Metode Penelitian Survei Analitik

Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar faktor risiko, maupun antar faktor efek.

Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dari adanya faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). Secara garis besar survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis), yakni Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case Control (Retrospective), dan Survey Analitic Cohort (Prospective).

a. Penelitian Cross Sectional
Survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Penelitian cross sectional ini sering disebut juga penelitian transversal, dan sering digunakan dalam penelitian-penelitian epidemiologi.

b. Penelitian Case Control
Penelitian case control adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan “retrospective”. Dengan kata lain efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Adapun tahap-tahap penelitian case control ini adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko atau efek) 
  2. Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel) 
  3. Identifikasi kasus 
  4. Pemilihan subyek sebagai control 
  5. Melakukan pengukuran “retrospektif” (melihat kebelakang) untuk melihat faktor risiko. 
  6. Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel-variabel objek kontrol. 

c. Penelitian Cohort
Penelitian cohort sering disebut penelitian prospektif adalah suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek (penyakit). Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan secara prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu indikator status kesehatan.

Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain sebagai berikut:
  1. Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek. 
  2. Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi dan sampel).
  3. Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari subjek dengan efek negative.
  4. Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok control.
  5. Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang ditentukan. 
  6. Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua kelompok.
  7. Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok control. 

D. Rancangan Penilitian Percobaan

Percobaan pada umumnya dilakukan untuk menemukan sesuatu. Oleh karena itu secara teoritis, percobaan diartikan sebagai tes (Montgomery, 1991) atau penyelidikan terencana untuk mendapatkan fakta baru (Steel dan Torrie, 1995). Dan rancangan percobaan dapat diartikan sebagai tes atau serangkaian tes dimana perubahan yang berarti dilakukan pada variabel dari suatu proses atau sistem sehingga kita dapat mengamati dan mengidentifikasi alasan-alasan perubahan pada respon output (Montgomery, 1991). Sedangkan menurut Milliken dan Johnson (1992) rancangan percobaan merupakan hal yang sangat berhubungan dengan perencanaan penelitian untuk mendapatkan informasi maksimum dari bahan-bahan yang tersedia. Dan dapat juga diartikan sebagai seperangkat aturan/cara/prosedur untuk menerapkan perlakuan kepada satuan percobaan (Steel dan Torrie, 1995).

Adapun prinsip dasar dalam rancangan percobaan ada 3 yaitu :

1) Ulangan 

Ulangan adalah diterapkannya satu perlakuan kepada lebih dari satu satuan percobaan. Ulangan merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian dan mempunyai fungsi untuk (1) Menyediakan galat percobaan; (2) Meningkatkan presisi dengan menurunkan simpangan baku); (3) Meningkatkan generalisasi (kalau ulangan dilakukan a.l. pada tempat, waktu, bahan yang berbeda). Besarnya ulangan ditentukan oleh: (1) besarnya perbedaan yang ingin dideteksi; dan (2) keragaman data dan jumlah perlakuan.

2) Pengacakan 

Pengacakan adalah yang mendasari metode statistika dalam rancangan percobaan. Pengacakan adalah penerapan perlakuan kepada satuan percobaan sehingga semua/setiap satuan percobaan mempunyai peluang yang sama untuk menerima suatu perlakuan. Konsep pengacakan ini berlaku juga untuk pengambilan subsampelatau penentuan satuan pengamatan. 

Pengacakan berfungsi: (1) Menghindarkan bias yaitu menjamin penduga tidak bias untuk nilai tengah perlakuan dan galat percobaan; (2) Menjamin adanya kebebasan antar pengamatan; (3) Mengatasi sumber keragaman yang diketahui namun tidak dapat diduga pengaruhnya.

3) Pengelompokkan 

Pengelompokkan adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan ketelitian percobaan. Pengelompokan dilakukan kalau terdapat sumber keragaman yang dapat diketahui dan pengaruhnya dapat diperkirakan. Bahan percobaan disusun ke dalam kelompok-kelompok satuan percobaan yang relatif seragam. Fungsi pengelompokan:

a. Meningkatkan presisi
Pengelompokan meningkatkan presisi (sensitivitas percobaan dalam mendeteksi perbedaan) dengan memisahkankeragaman antarkelompok (sumber keragaman yang dapat diduga pengaruhnya) dari galat percobaan sehingga galat percobaan dapat diperkecil. Dalam hal ini perlakuan dibandingkan pada kondisi yang hampir sama. 

b. Meningkatkan informasi. 
Pengelompokan dapat meningkatkan informasi karena kelompok dapat diletakkan pada tempat, waktu, dan bahan yang berbeda.

Jenis Rancangan Percobaan Berdasar Rancangan Dasar Yang Digunakan :

Rancangan dasar atau yang dapat juga diisebut rancangan lingkungan adalah pembagian jenis rancangan percobaan berdasarkan kondisi lingkungan dimana percobaan itu dilaksanakan. Disini rancangan percobaan terbagi menjadi:

a. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen (atau dapat dianggap homogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan di laboratorium atau rumah kaca dimana pengaruh lingkungan secara nisbi lebih mudah dikendalikan. Perlu dijelaskan disini bahwa yang disebut "lingkungan" adalah faktor-faktor lain diluar faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan RAL setiap unit percobaan ditempatkan secara acak serta tidak mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu

b. Rancangan Acak Kelompok (RAK) 
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak homogen (heterogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan di lapangan, dimana terdapat 1 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK setiap unit percobaan ditempatkan secara acak dan mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu, tegak lurus dari sumber keragaman yang ada di lapangan. 

Percobaan factorial Percobaan faktorial adalah suatu percobaan dimana dalam satu keadaan (unit percobaan) dicobakan secara bersamaan dari beberapa (2 atau lebih) percobaan-percobaan tunggal. Dari percobaan faktorial, selain dapat diketahui pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang diujikan, dapat diketahui pula pengaruh gabungan (interaksi) dari masing-masing faktor yang diujikan.

E. Rancangan – rancangan eksperimen semu (quasi experiment)

Disebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki ciri – ciri rancanagan eksperimen yang sebenarnya, karena variable – variable yang seharusnya dikontrol atau dimanipulasi. Oleh karena itu vasiditas penelitian menjadi kurang cukup untuk disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya. Rancangan – rancangan yang tergolong ke dalam kelompok ini antara lain sebagai berikut:

a. Rancangan Rangkaian Waktu (Time Series Design)
Rancangan ini seperti rancangan pretest – posttest, kecuali mempunyai keuntungan dengan melakukan observasi ( pengukuran yang berulang –ulang), sebelum dan sesudah perlakuan . Dengan menggunakan serangkaian observasi (tes), dapat memungkinkan validitasnya lebih tinggi. Karena pada rancangan protes – postes, kemungkinan hasil 02 dipengaruhi oleh factor lain diluar perlakuan sangat besar, sedangkan pada rancangan ini, oleh karena observasi dilakukan lebih dari satu kali ( baik sebelum maupun sesudah perlakuan ,maka pengaruh factor luar tersebut dapat dikurangi.

b. Rancangan Rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding (Control Time Series Design)
Pada dasarnya rancangan ini adalah rancangan rangkaiaan waktu, hanya dengan menggunakan kelompok pembanding(control). Rancangan ini lebih memungkinkan adanya control terhadap validitas internal, sehingga keuntungan dari rancangan ini lebih menjamin adanya validitas internal yang tinggi. 

c. Rancangan ‘’Non – Equivalent Control Group’’
Dalam penelitian lapangan, biasanya lebih dimungkinkan untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu control yang serupa, tetapi tidak perlu kelompok yang benar-benar sama. Misalnya kita akan melakukan studi tentang pengaruh pelatihan kader terhadap cakupan posyandu. Kelompok kader yang akan diberikan pelatihan, tidak mungkin sama betul dengan kelompok kader yang tidak akan diberi pelatihan (kelompok control). 

d. Rancanmgan ‘’Separate Sample Pretest – Postest’’
Rancangan ‘’non – equivalent control group ‘’ ini sangat baik digunakan untuk evaluasi program pendidikan kesehatan atau pelatihan – pelatihan lainnya. Di samping itu rancangan ini juga baik untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu kecamatan atau desa, dengan kecamatan atau desa lainnya. Dalam rancangan ini, pengelompokkan anggota sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok control tidak dilakukan secara random atau acak. Oleh sebab itu rancangan ini sering disebut jg ‘’Non – rondomi-zed Control Group Pretes – Postest Design’’.

Rancangan ‘’ non- equivalent control group ‘’ ini sangat baik digunakan untuk evaluasi p

e. Rancangan ‘’Separate Sample Pretest – Posstest’’
Rancangan ini sering digunakan dalam penilitian-penilitian kesehatan dan keluarga berencana. Pengukuran pertama(pretes) dilakukan terhadap sampel yang dipilih secara acak dari populasi tertentu. Kemudian dilakukan pengukuran kedua (postes)pada kelompok sampel lain, yang juga dipilih secara acak (random)dari populasi yang sama. Rancangan ini sangat baik untuk menghindari pengaruh atau efek dari’’tes’’, meskipun tidak dapat mengontrol ‘’sejarah’’maturitas,dan instrumen’’.

F. Penelitian Klinik 

a. Perkembangan penelitian klinik 

Perkembangan penilitian klinik adalah sejalan dengan perkembangan ilmu kedekteron. Ilmu kedokteran sebagai ilmu alamiah berkembang melalui dua cara, yaitu melalui observasi dan eksperimen. Cara observasi ini dilakukan dengan mencatat sifat – sifat dan gejala-gejala yang terjadi secara alamiah, dan dengan cara ini kemudian diperoleh informasi tenatng perjalanan alamiah penyakit dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Sedangkan cara eksperimen, dilakukan dengan mengatur kondisi tertentu terhadap objek, kemudian mengamati terhadap perubahan- perubahan yang terjadi pada objek tersebut. Di dalam ilmu kedoteran/kesehatan, kedua cara ini saling menunjang dan saling melengkapi. 

b. Tahap – tahap penilitian 

Tujuan penilitian klinik adalah untuk menguji efektivitas obat pada manusia. Dengan sendirinya sebelum obat tersebut dicobakan pada manusia terlebih dahulu harus dicobakan pada binatang percobaan. Berdasarkan tujuannya, penelitian klinik ini dibagi dalam 4 tahap, yakni : 

1. Tahap pertama 
Tahap pertama klinik ini merupakan pemberian obat untuk pertama kali pada manusia, setelah obat yang bersangkutan telah lolos dari penilitian farmakologi dan teksiologi pada binatang percobaan. Tujuan penilitian klinis tahap ini untuk memperlihatkan efek farmakologi klinik suatu obat pada sekelompok kecil penderita atau sukarelawan sehat. Pengukuran dalam penilitian ini menyangkut khasiat obat, dengan data yang dikumpulkan adalah : jenis obat, hubungan antara dosis dengan respons, lama keja obat pada dosis tunggal, metabolisme, dan interaksi.

2. Tahap kedua 
Tujuan penilitian tahap ini adalah untuk menentukan apakah kerja farmakologi yang telah dibuktiakan pada tahap pertama tersebut berguna untuk pengobatan. Indicator dari pengukuran penilitian tahap ini adalah penyembuhan penyakit. Tetapi karena kesembuhan tersebut biasanya terjadi pada waktu yang panjang, maka efek farmakologilah yang dijadikan indicator, misalnya kadar gula darah, penurunan tekanan darah, dan sebagainya. Selain itu perlu dikumpulkan data tentang efek samping yang cukup untuk memperkirakan secara dini rasio antara risiko dan keuntungan. Dari penilitian pada tahap ini dapat ditentukan manfaat obat yang bersangkutan dibanding dengan obat atau cara pengobatan yang lain yang telah ada.Dalam tahap ini pula dapat ditentukan hubungan antara dosis dan kadar obat dalam plasma atau jaringan dengan efek kliniknya.

3. Tahap ketiga
Pada tahap ini diperlukan orang percobaan atau penderita yang lebih banyak, dan dilakukan di luar tempat penilitian tahap kedua, dan hasil penilitian ini dapat memperkuat atau menolak hal-hal yang ditemukan pada penilitian tahap kedua, misalkannya : insiden efek samping yang frekuensinya rendah, profil obat yang bersangkutan bila digunakan pada pasien yang tidak terseleksi secara teliti, dan sebagainya.

4. Keempat 
Tahap ini adalah yang dilakukan setelah obat dipasarkan. Oleh sebab itu penilitian sering disebut ‘’ post marketing drugs surveillance’’,yang bertujuan mengatasi kekurangan informasi yang ada pada penilitian tahap sebelumnya. Penilitian ini mencakup empat masalah pokok yaitu :

Efek samping, terutama yang muncul akibat pengguna obat jangka pendek.. 
Masalah manfaat, yang mencakup efek obat pada pemberian jangka lama dalam usaha pencegahan kekmbuhan, komplikasi penyakit, dan manfaat obat-obatan disbanding dengan cara penyembuhan yg lain. 
Data pengguna, mencakup pengguna obat untuk indikasi baru, kelebihan pakai (oper used), salah guna (misused), dan penyalagunaan ( abused), yang biasanya sukar dijumpai pada percobaan klinik yang terkontrol. 
Ratio biaya atau risiko/keuntungan , bahaya dan biaya. 

Pada tahap ini, metode penilitian yang digunakan bukan saja yang bersifat penilitian klinik, tetapi digunakan pada penilitian epidiologik, survey dan pemantauan ( monitoring). Pada saat ini ‘’ clinical trial’’ sebagai suatu metode penilitian kesehatan/ kedokteran penggunaannya tidak hanya terbatas pada pengembangan dan evaluasi obat saja, tetapi mulai digunakan untuk pengembangan dan evaluasi cara penyembuhan yang lain, misalnya : operasi, fisioterapi, jenis dan cara perawatan, dan sebagainya. Semua kegiatan ini biasanya disebut penilitian pelayanan kesehatan ( health care trial)

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur dan strategi penelitian yang dimasuksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar, dengan melakukan pengendalian varians.

Berbagai jenis rancangan atau metode penelitian :
  • Rancangan penelitian survey. 
  • Rancangan penelitian percobaan. 
  • Rancangan quasi eksperimental. 
  • Rancangan penelitian klinik 

B. SARAN 

Melalui makalah ini penulis berharap melalui makalah ini para pembaca dapat menggunakan metode penelitian yang tepat ketika mulai melakukan penelitian dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah 


DAFTAR PUSTAKA

Damin,Sudarman.2003.Metode Penelitian Kebidanan Prosedur,Kebijakan dan Etik.cet ketiga.Jakarta:EGC

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodelogi Penilitian Kesehatan.cet.ketiga. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Wardani,I.G.A.K,dkk.2009.Teknik Menulis Karya Ilmiah.cet.keenam.Jakarta: Universitas Terbuka

http://statistika-indonesia.blog.friendster.com/2008/03/berbagai-jenis-rancangan-percobaan/diakses tanggal,03 Oktober 2010.

http://meetabied.wordpress.com/2010/03/20/penelitian-survey/ diakses tanggal, 03 Oktober 2010.

http://ardhana12.wordpress.com/2010/09/01/penelitian-eksperimen-satu-metode-penelitian/ diakses tanggal, 30 Oktober 2010.
Read More

Kamis, 24 Mei 2012

Published Kamis, Mei 24, 2012 by with 0 comment

Pesan SIngkat dari Sahabat

“Gw gx akan pernah melupakan kalian dan gw bangga punya temen2 seperti kalian”, itulah kalimat yang ada dipikiran ipul setelah membaca sms yang dikirimkan salah seorang temannya. Ipul adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di Ibukota, sebenarnya ia berasal dari pulau Sumatera tetapi karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang mahasiswa maka ia harus pergi ke ibukota meninggalkan keluarga, teman-teman yang ia cintai dan mencintai dirinya. 

Di ibukota ipul harus menyewa kamar alias jadi anak kosan. Ia harus rela kehilangan semua fasilitas yang ia dapat sewaktu tinggal di rumah bersama keluarganya seperti tv, playstation, kendaraan pribadi, dll. Ipul tidak tinggal sendiri, ia tinggal bersama kedua orang temannya yang juga anak perantauan. Mereka bertiga tinggal di kosan yang sama.

Hari itu adalah hari yang berat bagi ipul, karena besok ia harus mengikuti ujian salah satu mata kuliah yang kurang ia kuasai, makanya sejak malam hari sampai hari ini ipul membolak-balik materi kuliah dan kumpulan soal-soal yang ia dapat dari dosen dan teman-temannya di kampus. Ia tidak tidur semalaman suntuk dengan harapan ujian besok bias mendapat nilai yang sempurna. Karena lelah ipul pun tertidur sambil memeluk buku yang tadi sedang ia baca.

Sekitar jam 14.15.23 ipul terbangun karena suara nada dering sms dari handphonenya. Sambil setengah sadar ia pun membuka dan membaca pesan yang dikirimkan salah seorang temannya di Lampung. Pesan tersebut berbunyi “ knp prshbtn bs ptus?, krn trkdg kita brfkr : ah, mungkin dia lg sibuk akhirnya gak jadi sms kadang kita brfikir takut ganggu, lama kelamaan, jadi cuek akhirnya muncul pemikiran ngapain aku ngehubungi dia dluan, Dia aja belum tentu mau ngehubungi aku. kalo sudah gini cinta kasih dalam persahabatan sudah berkurang, hasilnya gak akan ada lagi persahabatan diantara kita, semuanya jadi lupa, itu jadi alasan aku ngirim sms ini itu tandanya aku gak pernah lupa sama kamu. Q gx mau jd org sprt yg tadi”. Setelah membaca pesan dari temannya tersebut ipul pun sadar bahwa selama ini ia hampir melupakan teman-teman seperjuangannya sewaktu menghadapi ujian Negara karena ia terlalu sibuk dengan kegiatan kuliah tanpa memikirkan teman-temannya padahal teman-temannya tidak pernah melupakan dirinya.

Pesan dari temannya itu pula lah yang menjadi pelecut semangat ipul untuk menghadapi ujian besok hari. Ia tidak mau mengecewakan teman-temannya yang selalu menyemangati dan mendoakannya. Ia ingin membuat teman-teman serta keluarganya bangga kepadanya.

Keesokan harinya ipul harus bertempur dengan 30 soal yang diberikan dosen untuk mendapat nilai yang maksimal dan membanggakan teman-teman serta keluarganya. Namun semua soal yang diberikan bisa dijawab ipul dengan tenang, ia pun yakin akan mendapat nilai yang maksimal. Beberapa minggu setelah ujian, nilai hasil ujiannya pun sudah keluar. Ipul mendapat banyak nilai A dan IP yang diatas rata-rata, itu semua berkat kerja kerasnya serta dukungan dari orang-orang yang mencintai dan menyayangi dirinya.

Setelah pengumuman hasil ujian ipul dan teman-teman di kampusnya mendapat jatah liburan 2 minggu. Kesempatan itu tidak disia-siakan ipul, ia langsung mengemasi pakaiannya dan memutuskan pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga dan teman-teman seperjuangannya sewaktu di SMA. Ipul memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang kampungnya yang sudah sekian lama ia harapkan menggunakan perjalanan darat menggunakan mobil travel. Mobil travel itu bertipe minibus yang dapat memuat sekitar 12 orang, ia duduk di kursi penumpang paling belakang.

Di perjalanan pulang ia pun menemui bebrapa kendala antara lain ia harus bersabar karena kemacetan yang luar biasa, biasanya ia hanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam perjalanan namun karena macet ia harus membutuhkan 17 jam perjalanan. Namun hal itu tidak menghalangi semangat ipul yang menggebu-gebu untuk segera bertemu keluarga dan teman-temannya. Sesampainya di rumah ipul langsung mencium tangan kedua orang tuanya, satu jam kemudian ipul langsung pergi untuk bertemu dengan teman-temannya seperjuangannya untuk membicarakan pengalaman hidupnya berada jauh dari kedua orang tua.
Read More

Kamis, 29 Maret 2012

Published Kamis, Maret 29, 2012 by with 0 comment

Jenis-Jenis Karangan

Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpamengingat akibatnya. Kebenaran dalam karangan ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan dan bukan kebenaran yang normatif.

Ciri-ciri karangan ilmiah:
  • Sistematis.
  • Objektif.
  • Cermat, tepat, dan benar.
  • Tidak persuasif.
  • Tidak argumentatif.
  • Tidak emotif.
  • Tidak mengejar keuntungan sendiri.
  • Tidak melebih-lebihkan sesuatu.

Jenis karangan ilmiah:

1. Makalah

Makalah adalah karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).

2. Kertas kerja

Kertas kerja adalah makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.

3. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.

4. Tesis 

Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.

5. Disertasi 

Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis tang terinci.

Contoh Karangan Ilmiah :

Mengenal Kanker Serviks - Penyakit Kanker Leher Rahim

Kanker servik umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis penyakit ini banyak dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini, kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Namun dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi kanker leher rahim akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu, jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya. Akan sangat menakutkan..

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Maka waspadalah !

1. Apa itu kanker serviks? - Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

2. Seberapa berbahaya penyakit ini? - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa penyebabnya? - Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana penularannya? - Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejalanya? - Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

KARANGAN NON ILMIAH

Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya.

Ciri-ciri karangan non-ilmiah:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
  • Fakta yang disimpulkan subjektif.
  • Gaya bahasa konotatif dan popular.
  • Tidak memuat hipotesis.
  • Penyajian dibarengi dengan sejarah.
  • Bersifat imajinatif.
  • Situasi didramatisir.
  • Bersifat persuasive.

Contoh Karangan Non Ilmiah:

Aku

Aku merasa rendah diri. Aku merasa tak punya kemampuan apapun dari segala bidang. Apa yang bisa kulakukan? Aku seperti orang tak berguna. Mungkin… telah lama aku kehilangan rasa percaya diriku, dan aku tak menyadarinya.

Bagaimana caraku untuk mendapatkan rasa percaya diriku kembali? Sebenarnya aku trauma dengan apa? Aku takut dengan apa? Oh! Aku bingung! Astaghfirullah…

Aku seperti menangis sendiri kesepian di dalam tiap senyumku. Oh… aku benar-benar merasa bagai orang tak berguna! Aku masih belum bisa mengatasi perasaan minderku sendiri. Bagaimana ini ya Allah?

Sampai di usiaku yang telah menginjak 16 tahun ini aku masih bingung. Apa keistimewaanku? Aku hanyalah seorang perempuan yang rapuh… dan tak punya keistimewaan apapun. Astaghfirullahal’adzim… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Kemanakah semangatku yang membara itu pergi?.

Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Aku masih punya banyak kekurangan. Tapi… aku sangat bangga menjadi orang Islam. Menjadi seorang muslimah… apakah itu dapat disebut sebagai kelebihan? I don’t know!

Seperti pada hari-hari sebelumnya, matahari terbit menyinari bumi. Alhamdulillah. Waktu terus berputar tanpa menghiraukan orang-orang sekitar. Tak terasa waktu pulang sekolah telah diambang pintu.

Kembali aku tersenyum kepada dunia yang telah 16 tahun ‘membesarkanku’. Tak seperti biasanya, hari ini sepulang sekolah aku makan soto di warung. Ditraktir. Berlanjut ke jalan-jalan menyusuri jalanan kota dengan naik bus.

Bersama ke-6 kawanku, kami menjejakkan kaki ke swalayan ternama di kota kami. Minum es teh bareng (satu cup es teh buat rame-rame), makan donat unil bareng, makan rujak bareng. Wah! Subhanallah… memang sangat nikmat ya bila kita berbagi. Apalagi menghabiskan waktu bersama dengan yeman-teman, benar-benar terasa seru dan asyik!

Sepulangku dari swalayan ternama tersebut, aku turun di Krapyak setelah naik bus jurusan Mangkang. Kemudian menanti bus jurusan Pasadena. Oh! So long!

Tiba-tiba tanpa kusadari, muncul seorang nenek yang berjalan dengan tertatih-tatih. Nenek tersebut membawa sejumlah barang belanjaan di punggungnya. tersentuh hatiku untuk menuntun si nenek. Ketika kutuntun, nenek tersebut meminta uang Rp 1000,- kepadaku untuk tambahan ongkos naik becak. Tanpa ragu langsung kuberi Rp 2000,-. Aku kembali menuntunnya sampai ke pangkalan becak motor. Setelah hampir dekat ke pangkalan becak motor, nenek tersebut berkata kalau ternyata duitnya masih kurang. langsung kuberi Rp 2000,- lagi. Alhamdulillah aku ada uang untuk diberikan ke nenek tersebut.

Sampai di depan becak motor yang akan dia tumpangi, aku membantu meletakkan belanjaannya ke atas becak motor tersebut. “Matur nuwun yo, nduk!” ,ucap si nenek. “Nggih, sami-sami mbah.” jawabku sambil tersenyum.

“Dek, ayo naik sekalian.” ucap Pak pengendara becak motor itu menawariku.
“He-eh, nduk. Sekalian aja.” ucap si nenek juga menawariku. Dan akhirnya aku ikut numpang sekalian. Karena sewaktu aku menuntun si nenek menuju pangkalan becak motor, ada bus jurusan Pasadena lewat (bus yang tadi kunanti).

Si nenek turun di jembatan dekat kawasan. “Matur nuwun yo, nduk.” ucapnya sambil tersenyum.
“Nggih, mbah.” jawabku. “Cah iki ter no tekan kono yo! Eh… tulung iki gendongno!” ucap si nenek menyuruh pak ojek (becak motor) untuk mengantarku, terus si nenek minta tolong supaya belanjaannya ditaruh di punggungnya.
“Makasih ya, Pak!” ucapku setelah turun dari becak motor. “Ya!” jawab Pak Ojek.

KARANGAN SEMI ILMIAH

Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Adapun ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah populer:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
  • Fakta ang disimpulkan subjektif.
  • Gaya bahasa formal dan popular.
  • Mementingkan diri penulis.
  • Melebih-lebihkan sesuatu.
  • Usulan-usulan bersifat argumentative.
  • Bersifat persuasive.

Contoh Karangan Semi Ilmiah :

Kelaparan Jadi Perhatian Serius

Indeks Kelaparan Dunia (GHI) tahun 2008 menunjukkan bahwa kelaparan masih merupakan perhatian serius di dunia dan terjadi perkembangan lambat dalam mengurangi keamanan pangan. Negara yang memiliki nilai GHI tertinggi kebanyakan berada di wilayah Sub-Saharan Africa dan Asia Selatan. Negara di daftar paling bawah meliputi Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Burundi, Republik Niger, dan Sierra Leone. Hal ini merupakan beberapa penemuan yang tertuang dalam “The Challenge of Hunger 2008: Global Hunger Index” yang dipublikasikan oleh Welthungerhilfe, International Food Policy Research Institute (IFPRI), dan Concern Worldwide. 

Klaus von Grebmer dan rekannya menyimpulkan bahwa pemecahan krisis pangan tersebut akan memerlukan beberapa inisiatif seperti bantuan pangan lebih bagi masyarakat miskin, investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.


Sumber :

http://gabygabrielabosch.blogspot.com/2011/02/perbedaan-karangan-ilmiah-semi-ilmiah.html(dipostkan oleh narasumber pada tanggal 23 Februari 2011 dan didownload oleh saya pada tanggal 21 Maret 2012 pukul 10.36 WIB)

http://tentangndha.blogspot.com/2011/03/perbedaan-karangan-ilmiah-semi-ilmiah.html (dipostkan oleh narasumber pada tanggal 1 Maret 2011 dan didownload oleh saya pada tanggal 21 Maret 2012 pukul 10.43 WIB)

http://irsan90.wordpress.com/2010/02/27/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/ (dipostkan oleh narasumber pada tanggal 27 Februari 2010 dan didownload oleh saya pada tanggal 21 Maret 2012 pukul 10.46 WIB)

http://messi-barcelona-ghofur.blogspot.com/2011/01/non-ilmiahsemi-ilmiahilmiah-beserta.html (dipostkan oleh narasumber pada tanggal 27 Februari 2010 dan didownload oleh saya pada tanggal 2 Januari 2011 pukul 10.52 WIB)

http://www.infoceria.com/

http://agustiyani.blogspot.com/2012/03/jenis-karangan.html

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Read More
Published Kamis, Maret 29, 2012 by with 0 comment

Dampak Perdagangan Bebas Bagi Lulusan Sarjana Komputer

Perdagangan bebas merupakan pertukaran barang dan jasa secara bebas antara beberapa negara. Dulu segala macam pertukaran barang dan jasa sangat terbatas dan harus melalui birokrasi yang sangat panjang. Namun sekarang hal itu tidak berlaku lagi. Pertukaran barang dan jasa antara beberapa negara sangat terbuka lebar.

Perdagangan bebas adalah suatu konsep ekonomi yang mengacu pada Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) dengan ketentuan dari World Customs Organization yang berpusat di Brussels, Belgium. Penjulan produk antar begara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya.

Sebagai sarjana komputer, perdagangan bebas mempunyai dampak yang baik. Dengan berlakunya perdagangan bebas antar negara, berarti peluang kerja untuk sarjana komputer semakin meningkat. Tak hanya dapat bekerja di dalam negeri, sarjana komputer lebih mempunyai peluang untuk bekerja di luar negeri. Perusahaan luar negeri tentunya membutuhkan tenaga kerja lulusan komputer untuk membangun atau memelihara sistem komputer pada perusahaan tersebut. Hal ini membuka peluang untuk tenaga kerja lulusan komputer yang berasal dari Indonesia agar dapat bekerja di luar negeri. Apalagi dengan adanya perdagangan bebas seperti saat ini. Peluang tenaga kerja lulusan komputer dari Indonesia lebih besar dibandingkan sebelum adanya perdagangan bebas.

Dikutip dari : http://agustiyani.blogspot.com/2012/03/dampak-perdagangan-bebas-bagi-lulusan.html pada tanggal 29 Maret 2012.
Read More