Sabtu, 17 November 2012

Published Sabtu, November 17, 2012 by with 2 comments

Pengertian Artikel

Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. Agar Anda lebih mengerti tentang artikel, berikut ini saya sajikan salah satu artikel yang saya kutip dari Wikipedia Jenis-jenis berdasarkan dari siapa yang menulis dan fungsi atau kepentingannya (Tartono 2005: 85-86). Berdasarkan penulisnya, ada artikel redaksi dan artikel umum. Artikel redaksi ialah tulisan yang di garap oleh redaksi dibawah tema tertentu yang menjadi isi penerbit. Sedangkan artikel umum merupakan tulisan yang ditulis oleh umum. Sedangkan dari fungsinya atau kepentingannya, ada artikel khusus dan artikel sponsor. Artikel khusus adalah nama lain dari artikel redaksi. Sedangka artikel sponsor ialah artikel yang membahas atau memperkenalkan sesuatu.

Model yang paling mudah ialah model penulisan populer. Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak rumit dan bersifat hiburan. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan, misalnya bahasa yang digunakan di majalah). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensayaratkan bahasa yang baku, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut di kenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Sebaliknya, artikel ilmiah populer di tujukan kepada para pembaca umum, dan kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan populer. Kata-kata populer merupakan kata-kata yang akan di pakai dalam komunikasi sahari-hari, sedangkan kata-kata yang biasa di pakai oleh kaum pelajar terutama dalam penulisan ilmiah, pertemuan-peretmuan resm, diskusi-diskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Kepaf 2004 : 105-106).

Langkah-langkah dalam menulis artikel

Prinsip paling dasar dari melakukan kegiatan menulis adalah menentukan atau memastikan topik atau gagasan apa yang hendak di bahas. Pola penggarapan artikel Soesono (1982:16-17) memaparkan setidaknya beberapa pola yang bisa di gunakan untuk menyajikan artikel tersebut. Pola ini untuk memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang menjadi subtopik / bagian yang lebih sempit ligkupnya kemudian di analisa.Pola dan pemecahannya : pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang diberi dengan jelas. Kemudian menganalisa pemecahan masalah yang di kemukakan.


  1. Pola kronologi : pola ini menggambarkan topik yang menurut urut-urut dan peristiwa yang terjadi.
  2. Pola pendapat : pola ini bisa di pakai jika penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri tentang topik yang di kerjakan.
  3. Pola pembandingan paling sering di gunkan untuk menyusun tulisan.

Menulis bagian pendahuluan

Untuk bagian pendahuluan, ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soesono 1982 : 42). Pendahuluan yang berbentuk ringkasan mengemukakan isi tulisan secara garis besar

Pernyataan yang menonojol

Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk membuat pembaca ingin tahu / ikut membayangkan bersama penilisan apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel.

Pertanyaan

Untuk ini di sarankan bagiannya di pecah menjadi beberapa bagian masing-masing di batasi dengan subjudul-subjudul.

Menutup artikel

Dalam sebuah artikel bagian yang menentukan adalah penutup.

Pemeriksaan isi artikel

Untuk memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan kita baik, kita harus rajin memeriksa tulisan kita. Dapatkah pembaca mulai mengerti ide yang kita tuangkan ? jika tulisan kita cenderung serius, adakah kata-kata yang tidak sepantasnya dikatakan? Bagaimana sikap / tindakan kita terhadap kata-kata dalam kesimpulan yang di buat ?
Jika kita memberikan respon “tidak” untuk tiap pertanyaan, berarti kita perlu mengecek / merevisi ulang artikel dengan mengganti dan menulis bagian yang salah.

sumber : http://www.artikelbagus.com
Read More

Jumat, 16 November 2012

Published Jumat, November 16, 2012 by with 0 comment

Sistem Terdistribusi

Pengertian Sistem Terdistribusi

Sistem operasi terdistribusi adalah salah satu implementasi dari sistem terdistribusi, di mana sekumpulan komputer dan prosesor yang heterogen terhubung dalam satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil secara lebih, terutama dalam:
  1. File system
  2. Name space
  3. Waktu pengolahan
  4. Keamanan
  5. Akses ke seluruh resources, seperti prosesor, memori, penyimpanan sekunder, dan
  6. Perangakat keras.

Sistem operasi terdistribusi sebagai infrastruktur network

Sistem operasi terdistribusi bertindak sebagai sebuah infrastruktur/rangka dasar untuk network-transparent resource management. Infrastruktur mengatur low-level resources (seperti Processor, memory, network interface dan peripheral device yang lain) untuk menyediakan sebuah platform untuk pembentukan/penyusunan higher-level resources(seperti Spreadsheet, electronic mail messages, windows).
Sistem distribusi juga merupakan sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan koordinasi hanya dengan pengiriman pesan (message passing).
Sistem terdistribusi merupakan kebalikan dari Sistem Operasi Prosesor Jamak. Pada sistem tersebut, setiap prosesor memiliki memori lokal tersendiri. Kumpulan prosesornya saling berinteraksi melalui saluran komunikasi seperti LAN dan WAN menggunakan protokol standar seperti TCP/IP. Karena saling berkomunikasi, kumpulan prosesor tersebut mampu saling berbagi beban kerja, data, serta sumber daya lainnya.
Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai suatu keberadaan beberapa komputer yang bersifat transparan dan secara normal, setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang disediakan oleh jaringan komputer. Dalam penggunaanya sistem terdistribusi sangat diperlukan karena:

1. Performance

Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada komputer yang terpusat

2. Distribution

Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)

3. Reliability

Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan

4. Incremental Growth

Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat

5. Sharing Data/Resource

Resource adalah:
  • Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
  • Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).

6. Communication

Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia Beberapa contoh dari sistem terdistribusi yaitu :
  1. Internet, merupakan suatu bentuk jaringan global yang menghubungkan komputer denga satu sama lainnya, yang dapat berkomunikasi dengan media IP sebagai protokol. Pengenalan
  2. Intranet :
    • Jaringan yang teradministrasi secara lokal.
    • Biasanya proprietary.
    • Terhubung ke internet (melalui firewall).
    • Menyediakan layanan internal dan eksternal.
  3. Sistem terdistribusi multimedia Biasanya digunakan pada infrastruktur internet
Salah satu contoh perangkat lunak yang menggunakan metode sistem terditribusi adalah Sistem Operasi.

Manfaat Sistem Operasi Terdistribusi

Sistem operasi terdistribusi memiliki manfaat dalam banyak sistem dan dunia komputasi yang luas. Manfaat-manfaat ini termasuk dalam sharing resource, waktu komputasi dan komunikasi.

1. Shared Resource

Walaupun perangkat sekarang sudah memiliki kemampuan yang cepat dalam proses-proses komputasi, atau misal dalam mengakses data, tetapi pengguna masih saja menginginkan sistem berjalan dengan lebih cepat. Apabila hardware terbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat di atasi dengan menggabung perangkat yang ada dengan sistem DOS.

2. Manfaat Komputasi

Salah satu keunggulan sistem operasi terdistribusi ini adalah bahwa komputasi berjalan dalam keadaan paralel. Proses komputasi ini dipecah dalam banyak titik, yang mungkin berupa komputer pribadi, prosesor tersendiri, dan kemungkinan perangkat prosesor-prosesor yang lain. Sistem operasi terdistribusi ini bekerja baik dalam memecah komputasi ini dan baik pula dalam mengambil kembali hasil komputasi dari titik-titik cluster untuk ditampilkan hasilnya.

3. Reliabilitas

Fitur unik yang dimiliki oleh DOS ini adalah reliabilitas. Berdasarkan design dan implementasi dari design sistem ini, maka hilangnya satu node tidak akan berdampak terhadap integritas sistem. Hal ini berbeda dengan PC, apabila ada salah satu hardware yang mengalami kerusakan, maka sistem akan berjalan tidak seimbang, bahkan sistem bisa tidak dapat berjalan atau mati.

4. Komunikasi

Sistem operasi terdistribusi berjalan dalam jaringan dan biasanya melayani koneksi jaringan. Sistem ini umumnya digunakan user untuk proses networking. User dapat saling bertukar data, atau saling berkomunikasi antar titik baik secara LAN maupunWAN.

Fungsi Sistem Operasi

Secara garis besar Sistem Operasi mempunyai 2 tugas utama, yaitu sebagai :

a. Pengelola Seluruh Sumber Daya Pada Sistem Komputer (Resource Manager).

Yang dimaksud dengan sumber daya pada sistem komputer adalah semua komponen yang memberikan fungsi (manfaat) atau dengan pengertian lain adalah semua yang terdapat atau terhubung ke sistem komputer yang dapat untuk memindahkan, menyimpan, dan memproses data, serta untuk mengendalikan fungsi-fungsi tersebut.

Sumber daya pada sistem komputer, antara lain :

1) Sumber daya fisik

Contoh dari sumber daya fisik diantaranya keyboard, bar-code reader, mouse, joystick, lightpen, track-ball, touchscreen, pointing devices, floppy disk drive, hard-disk, tape drive, optical disk, CD ROM drive, CRT, LCD, printer, modem, ethernet card, PCMCIA, RAM, cache memory, register, kamera, sound card, radio, digitizer, scanner, plotter, dan sebagainya.

Salah satu sasaran yang harus dicapai sistem operasi adalah dapat memanfaatkan seluruh sumber daya agar dapat digunakan secara efektif dan efisien mungkin.

2) Sumber daya abstrak

Terdiri dari : Data, misalnya :Semaphore untuk pengendalian sinkronisasi proses-proses, PCB (Process Control Block) untuk mencatat dan mengendalikan proses, tabel segmen, tabel page, i-node, FAT, file dan sebagainya. Program yang berupa kumpulan instruksi yang dapat dijalankan oleh sistem komputer, yang dapat berupa utilitas dan program aplikasi pengolahan data tertentu.

b. Penyedia layanan (extended/virtual machine)

Secara spesifik berfungsi :
  • Memberi abstaksi mesin tingkat tinggi yang lebih sederhana dan menyembunyikan kerumitan perangkat keras. Sistem operasi menyediakan system call (API=Application Programming Interface) yang berfungsi menghindarkan kompleksitas pemograman dengan memberi sekumpulan instruksi yang mudah digunakan.
  • Basis untuk program lain. Program aplikasi dijalankan di atas sistem operasi yang bertujuan untuk memanfaatkan dan mengendalikan sumber daya sistem komputer secara benar, efisien, dan mudah dengan meminta layanan sistem operasi.

Komponen Inti Sistem Operasi

Komponen sistem operasi terdiri dari :
  1. Manajemen proses.
  2. Manajemen memori utama.
  3. Manajemen penyimpanan sekunder.
  4. Manajemen sistem I/O.
  5. Manajemen berkas.
  6. Sistem proteksi.
  7. Jaringan.
  8. Command-Interpreter System..

1. Manajemen Proses

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.

Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
  1. Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
  2. Menunda atau melanjutkan proses.
  3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
  4. Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
  5. Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.

2. Manajemen Memori Utama

Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.

Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen memori seperti:
  1. Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
  2. Memilih program yang akan di-load ke memori.
  3. Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.

3. Manajemen Penyimpanan Sekunder

Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary storage yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary storage adalah harddisk, disket, dll. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk management seperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.

4. Manajemen Sistem I/O

Sering disebut device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.

Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
  1. Buffer: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
  2. Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
  3. Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O tertentu.

5. Manajemen Berkas

Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.).

Sistem operasi bertanggung-jawab:
  1. Pembuatan dan penghapusan berkas.
  2. Pembuatan dan penghapusan direktori.
  3. Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
  4. Memetakan berkas ke secondary storage.
  5. Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).

6. Sistem Proteksi

Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya.

Mekanisme proteksi harus:
  1. Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
  2. Specify the controls to be imposed.
  3. Provide a means of enforcement.

7. Jaringan

Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem.
  1. Increased data availability.
  2. Enhanced reliability.
  3. Computation speed-up.
  4. Increased data availability.
  5. Enhanced reliability.

8. Command-Interpreter System

Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, commandline interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.


rujukan : 
http://webtech.prophp.org/?p=52 viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12298/4_Sistem+Operasi+Terdistribusi.pdf

sumber : http://anrewaluyo.wordpress.com
Read More
Published Jumat, November 16, 2012 by with 0 comment

Apakah Internet merupakan contoh sistem terdistribusi

Sebelum kita tahu apakah internet merupakan suatu sistem yang terdistribusi atau tidak, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu sistem terdistribusi dan apa itu internet?

Penjelasan Sistem Terdistribusi

Sistem terdistribusi adalah sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer, komponen tersebut dapat berupa sekumpulan komputer maupun komputer server yang saling berinteraksi, berkomunikasi, berotonom dan bekerja sama satu sama lain dalam melakukan koordinasi, management dan melakukan tugas lainnya. Sistem terdistribusi merupakan kebalikan dari Sistem Operasi Prosesor Jamak. Pada sistem tersebut, setiap prosesor memiliki memori lokal tersendiri. Kumpulan prosesornya saling berinteraksi melalui media komunikasi seperti jaringan LAN dan jaringan WAN menggunakan protokol-protokol standar seperti TCP/IP. Karena saling berkomunikasi, kumpulan prosesor tersebut mampu saling berbagi beban kerja, data, serta sumber daya lainnya.

Penjelasan Internet

Sedangkan internet itu sendiri adalah sekumpulan komputer atau server yang saling terhubung, berinteraksi, berkomunikasi, berotonom dan bekerja sama satu sama lain dalam melakukan koordinasi, management dan melakukan tugas lainnya, melalui sebuah media (misalnya : Koneksi Satelit). Sekumpulan komputer atau server tersebut letaknya tersebar di seluruh belahan dunia sehingga memungkinkan terbentuknya suatu jaringan informasi yang global. Sekumpulan komputer di suatu tempat memiliki jenis dan karakteristik yang tidak sama dengan tempat-tempat lain, namun semuanya dihubungkan oleh suatu protokol standar yang sama yang disebut TCP/IP. Jadi internet terbentuk dari sekumpulan komputer atau server misalnya server web (untuk membuat situs), server database (untuk penyimpanan informasi), DNS (untuk memberi identitas suatu server/host dan mentranslasikan IP) server, FTP server (untuk melakukan proses unggah/unduh), server proxy, server SMTP/POP3/IMAP sebagai server email. Semuanya saling terhubung, berinteraksi, berkomunikasi, berotonom dan bekerja sama satu sama lain dalam melakukan koordinasi, management dan melakukan tugasnya untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menyediakan layanan tertentu dan membentuk sebuah jaringan global yang disebut internet untuk berbagi resource, menyebarkan informasi/data & sebagai pertukaran informasi/data (Information Exchange).

Kesimpulan

Dengan demikian internet dapat dikatakan sebagai implementasi dari sebuah sistem terdistribusi dan dengan demikian internet itu sendiri merupakan sebuah sistem yang terdistribusi.

sumber : http://dee-x-cisadane.webs.com
Read More
Published Jumat, November 16, 2012 by with 9 comments

Meta Language Bahasa Indonesia Blogspot (table code bahasa untuk meta)

Untuk anda yang sedang gencar-gencarnya menaikan rating blog atau menaikan jumlah pengunjung blog atau website anda, posting ini akan berguna bagi anda.
SEO (Search Engine Optimation) adalah hal mutlak yang harus di penuhi oleh para blogger atau pun pengembang situs lainnya. SEO ini ada dua macam SEO On Page dan SEO Out Page.
Untuk SEO On Page salah satunya adalah Meta Language atau meta yang menjelaskan atau menyatakan  bahasa apa yang digunakan pada halaman blog atau web. Penulisanya ada beberapa cara :

Cara Memasang Meta Language (bahasa) pada Blogger / Website

1. Memasang Meta Language

Bentuk umum dari Meta Language ini adalah :
< meta name=" language code " content="language">
Jadi, untuk blog atau website yang berbahasa Indonesia dapat menambahkan Meta Language seperti dibawah ini :
<meta content='id' name='language'/>
id merupakan kode untuk bahasa indonesia. Biasanya Meta Laguage diikuti dengan 2 meta tag yang lain, yaitu :
<meta content='language code' name='geo.country'/>
<meta content='nama negara' name='geo.placename'/>
Menjadi :
<meta content='id' name='language'/>
<meta content='id' name='geo.country'/>
<meta content='Indonesia' name='geo.placename'/>
Hal ini dilakukan untuk lebih memperjelas mesin pencari atau Search Engine yang akan meng-index blog atau web tersebut.

2. Memasang Attribut Lang

Namun setelah mencari tahu ternyata rekomendasi menurut W3C anda harus menyatakan bahasa utama untuk setiap halaman Web dengan atribut lang dalam tag <html>, bentuknya seperti dibawah ini :
<html lang="language code">
...
</html>
dan untuk XHTML bentuknya seperti dibawah ini :
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" lang="language code" xml:lang="language code">
...
</html>
Jadi terserah kepada anda cara mana yang menurut anda lebih baik. Tapi saya sarankan gunakan atribut lang karena itu merupakan cara yang direkomendasikan oleh W3C. (Apa sih W3C ?).

Tabel Code Bahasa (Language Codes)

Bagi anda yang memilki blog atau web yang tidak menggunakan bahasa Indonesia, dibawah ini saya sediakan tabel code berbagai bahasa (negara) berdasarkan ISO 639-1.

Language ISO Code
Abkhazian ab
Afar aa
Afrikaans af
Albanian sq
Amharic am
Arabic ar
Aragonese an
Armenian hy
Assamese as
Aymara ay
Azerbaijani az
Bashkir ba
Basque eu
Bengali (Bangla) bn
Bhutani dz
Bihari bh
Bislama bi
Breton br
Bulgarian bg
Burmese my
Byelorussian (Belarusian) be
Cambodian km
Catalan ca
Cherokee
Chewa
Chinese (Simplified) zh
Chinese (Traditional) zh
Corsican co
Croatian hr
Czech cs
Danish da
Divehi
Dutch nl
Edo
English en
Esperanto eo
Estonian et
Faeroese fo
Farsi fa
Fiji fj
Finnish fi
Flemish
French fr
Frisian fy
Fulfulde
Galician gl
Gaelic (Scottish) gd
Gaelic (Manx) gv
Georgian ka
German de
Greek el
Greenlandic kl
Guarani gn
Gujarati gu
Haitian Creole ht
Hausa ha
Hawaiian
Hebrew he, iw
Hindi hi
Hungarian hu
Ibibio
Icelandic is
Ido io
Igbo
Indonesian id, in
Interlingua ia
Interlingue ie
Inuktitut iu
Inupiak ik
Irish ga
Italian it
Japanese ja
Javanese jv
Kannada kn
Kanuri
Kashmiri ks
Kazakh kk
Kinyarwanda (Ruanda) rw
Kirghiz ky
Kirundi (Rundi) rn
Konkani
Korean ko
Kurdish ku
Laothian lo
Latin la
Latvian (Lettish) lv
Limburgish ( Limburger) li
Lingala ln
Lithuanian lt
Macedonian mk
Malagasy mg
Malay ms
Malayalam ml
Maltese mt
Maori mi
Marathi mr
Moldavian mo
Mongolian mn
Nauru na
Nepali ne
Norwegian no
Occitan oc
Oriya or
Oromo (Afaan Oromo) om
Papiamentu
Pashto (Pushto) ps
Polish pl
Portuguese pt
Punjabi pa
Quechua qu
Rhaeto-Romance rm
Romanian ro
Russian ru
Sami (Lappish)
Samoan sm
Sangro sg
Sanskrit sa
Serbian sr
Serbo-Croatian sh
Sesotho st
Setswana tn
Shona sn
Sichuan Yi ii
Sindhi sd
Sinhalese si
Siswati ss
Slovak sk
Slovenian sl
Somali so
Spanish es
Sundanese su
Swahili (Kiswahili) sw
Swedish sv
Syriac
Tagalog tl
Tajik tg
Tamazight
Tamil ta
Tatar tt
Telugu te
Thai th
Tibetan bo
Tigrinya ti
Tonga to
Tsonga ts
Turkish tr
Turkmen tk
Twi tw
Uighur ug
Ukrainian uk
Urdu ur
Uzbek uz
Venda
Vietnamese vi
Volapük vo
Wallon wa
Welsh cy
Wolof wo
Xhosa xh
Yi
Yiddish yi, ji
Yoruba yo
Zulu zu
Read More
Published Jumat, November 16, 2012 by with 0 comment

Apa sih W3C ? (penjelasan W3C / World Wide Web Consortium)

Penjelasan (Apa sih W3C ?)

World Wide Web Consortium (W3C) adalah suatu konsorsium yang bekerja untuk mengembangkan standar-standar untuk World Wide Web. Spesifikasi teknologi-teknologi utama yang dipakai sebagai basis utama web, seperti URL (Uniform Resource Locator), HTTP (Hypertext Transfer Protocol), dan HTML (HyperText Markup Language) dikembangkan dan diatur oleh badan ini.

Sejarah W3C

W3C dibuat pada 20 Oktober 1994 oleh Tim Berners-Lee, didirikan oleh Massachusetts Institue of Tekchnology (MIT). W3C bekerja dengan komunitas global untuk membuat standard internasional client dan server yang memungkinkan perdagangan dan komunikasi online melalui internet. W3C juga menghasilkan software acuan. W3C Netscape Communications Corporation adalah salah satu anggota pendiri. Konsorsium ini dijalankan oleh MIT LCS, INIRA Institute national the Recherce en Informatique sebuah lembaga peneletian ilmu komputer perancis, bekerja sama dengan CERN Consei Europpen pour le Recherce Nulcleaire, tampat lahirnya Web. W3C didanai oleh industri yang menjadi angggotanya, tetapi produknya tersedia gratis. Direktur W3C adalah tim Berners-Lee yang menemukan world wide web di CERN. W3C (World Wide Web Consortium), standar dari berbagai macam penyedia jasa untuk pembangunan dari teknologi yang berhubungan dengan Web, seperti HTML. W3C bekerja dengan tujuan umum membuat Web dapat diakses oleh semua user (lepas dari batasan budaya, pendidikan, keahlian, lokasi, keadaan lingkungan dan psikososial).
Karena Web begitu penting (meliputi segala aspek), tidak ada satu organisasipun yang dapat berdiri sendiri mengembangkan setiap bagian teknologi itu, W3C memberikan suatu wadah untuk bisa mengembangkan secara bersama. Perusahaan anggota utama dari organisasi itu adalah : IBM,Microsoft, America Online, Apple, Adobe Macromedia, SunMicrosystems selain anggota-anggota tersebut masih banyak lagi lembaga-lembaga baik pemerintahan maupun swasta yang turut andil dalam perkembangan W3C. Satu hal penting yang dilakukan oleh W3C adalah membangun spesifikasi pembangunan Web (yang disebut dengan "Rekomendasi W3C") yang mana mendefinisikan protokol komunikasi (seperti HTML dan XML) serta masih banyak lagi. Dengan adanya rekomendasi baru ini maka para developer perangkat internet seperti web browser harus menyesuaikan agar nantinya fasilitas baru itu dapat digunakan dalam browser mereka.
sumber : http://ayunworld.blogspot.com
Read More

Selasa, 13 November 2012

Published Selasa, November 13, 2012 by with 2 comments

Ciri-Ciri Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan pada Kata

A. Subjek 

Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat. Subjek menentukan kejelasan makna kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, dapat mengaburkan makna kalimat. Keberadaan subjek dalam kalimat berfungsi:
  1. Membentuk kalimat dasar, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk.
  2. Memperjelas makna.
  3. Menjadi pokok pikiran.
  4. Menegaskan makna
  5. Memperjelas pikiran ungkapan
  6. Membentuk kesatuan pikiran. 

Ciri-ciri subjek 

  1. Jawaban apa atau siapa 
  2. Didahului kata bahwa 
  3. Berupa kata atau frasa benda (nomina) 
  4. Disertai dengan kata ini atau itu 
  5. Disertai pewatas yang 
  6. Kata sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa 
  7. Tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain. 
  8. Tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan. 

B. Predikat 

Seperti halnya dengan subjek, predikat kalimat kebanyakan muncul secara eksplisit. Keberadaan predikat dalam kalimat berfungsi: 
  1. Membentuk kalimat dasar, kalimat tunggal, kalimat luas, kalimat majemuk.
  2. Menjadi unsur penjelas, yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat.
  3. Menegaskan makna.
  4. Membentuk kesatuan pikiran.
  5. Sebagai sebutan. 

Ciri-ciri predikat

  1. Jawaban mengapa, bagaimana 
  2. Dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan 
  3. Dapat didahului keterangan aspek: akan, seudah, sedang, selalu, hampir 
  4. Dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya, dan lain-lain 
  5. Tidak didahului kata yang, jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek 
  6. Didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni 
  7. Predikat dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifatm atau bilangan. 

C. Objek 

Subjek dan predikat cenderung muncul secara eksplisit dalam kalimat, namun objek tidaklah demikian halnya. Kehadiran objek dalam kalimat bergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek. Biasanya, predikat ini berupa kata kerja berkonfiks me-kan, atau me-i, misalnya: mengembalikan, mengumpulkan; me-i, misalnya: mengambili, melempari, mendekati. Dalam kalimat, objek berfungsi:
  1. Membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif.
  2. Memperjelas makna kalimat.
  3. Membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran. 

Ciri-ciri objek

  1. Berupa kata benda 
  2. Tidak didahului kata depan 
  3. Mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif 
  4. Jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif 
  5. Dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan. 

D. Keterangan 

Keterangan kalimat berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang terkait dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain. 
Ciri-ciri keterangan: 
  1. Bukan unsur utama kalimat, tetapi kalimat tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap. 
  2. Tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat 
  3. Dapat berupa: keterangan waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina (menggunakan kata bahwa). 

Sumber: Widjono Hs. 2007. Bahasa Indonesia (Edisi Revisi). Jakarta: Grasindo
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 4 comments

Macam-Macam Kalimat

Kalimat adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi menurut jenis dan fungsinya yang di jelaskan pada bagian lain : Contoh :

  1. Kalimat lengkap, Kalimat tidak lengakap 
  2. Kalimat aktif, Kalimat pasif 
  3. Kalimat perintah, Kalimat majemuk

Contoh Kalimat secara umum :
“Universitas Gunadarma adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia”

Unsur- Unsur kalimat

Subyek

Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat. Dengan mengetahui ciri-ciri subjek secara lebih terperinci, kalimat yang dihasilkan dapat terpelihara strukturnya.

Predikat

Predikat juga merupakan unsur utama suatu kalimat di samping subjek Bagian ini khusus membicarakan ciri-ciri predikat secara lebih terperinci.

Obyek

Obyek adalah unsur pelengkap suatu kalimat.

Keterangan

Keterangan adalah unsur yang memperjelas atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat

Macam-Macam Kalimat

1. Berdasarkan Nilai informasinya (sasaran atau tujuan yang akan di capai)

a. Kalimat berita 

Kalimat berita adalah suatu bentuk kalimat yang menyatakan suatu pernyataan berita atau peristiwa yang perlu diketahui sendiri atau orang lain.
Contoh : 
  • Pemerintah menunda kenaikan harga BBM.
  • Kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
  • Demo kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa daerah mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas umum.

b. Kalimat Tanya 

Kalimat Tanya adalah suatu bentuk susunan kalimat yang sebenarnya belum lengkap dikarenakan kalimat tersebut memerlukan suatu jawaban sebagai bagian dari kalimat yang dimaksud.
Contoh :
  • Kapan akan dilaksanakan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017?
  • Siapakah pemenang Indonesian Idol tahun 2012?
  • Apakah perbedaan pertamax dengan premium?

c. Kalimat perintah

Kalimat perintah adalah bentuk susunan kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan yang harus dikerjakan oleh orang kedua dan hubungannya erat sekali.
  1. Suruhan
  2. Contoh : Buanglah sampah pada tempatnya.
  3. Permintaan
  4. Contoh : Mohon untuk dating langsung ke kantor Sriwijaya Air untuk melakukan penambahan biaya perubhan jadal penerbangan.
  5. Larangan 
  6. Contoh: Jangan makan sambil berjalan.

d. Kalimat ajakan

Kalimat ajakan adalah bentuk susunan kalimat yang sebenarnya juga merupakan kalimat perintah yang diperluas dan erat hubungannya dengan orang kedua.
Contoh:
  • Mari kita cegah bahaya penggunaan rokok bagi perokok pasif maupun aktif.
  • Ayo kita laksanakan program kebersihan lingkungan di desa ini.

e. Kalimat pengandaian

Kalimat pengandaian adalah kalimat yang isinya pengandaian suatu hal.
Contoh : Andaikan saya memiliki banyak uang, saya ingin megajak Ibu saya naik haji.

f. Kalimat harapan

Kalimat harapan adalah kalimat yang isinya mengharap suatu hal. Contoh : Semoga amal perbuatan beliau diterima disisi–Nya.

2. Berdasarkan diathesis kalimat

a. Kalimat aktif (subyek melakukan perbuatan) Kalimat aktif adalah bentuk kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan yang mengenai langsung terhadap obyeknya.
Ciri-ciri :
  1. Subjeknya sebagai pelaku.
  2. Helsa Situmorang membaca buku. (Helsa sebagai pelaku)
  3. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
  4. Predikatnya tergolong kata kerja aus.
Contoh :
  • Adik membaca buku.
  • Tatang bermain bola.
  • Yuli mandi di kolam renang.
  • Wawan telah membeli buku gambar.
b. Kalimat pasif
Kalimat pasif adalah suatu bentuk kalimat yang mana subyeknya dari klimat tersebut menderita.
Ciri-ciri :
  1. Subjeknya sebagai penderita.
  2. Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
  3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata kerja yang kehilangan awalan).

3. Berdasarkan urutan kata

a. Kalimat normal

Kalimat normal adalah kalimat yang subyeknya mendahului predikat.

b. Kalimat inverse 

Kalimat inverse adalah kalimat yang prediakatnya mendahului obyek.

4. Berdasarkan jumlah inti yang menbentuknya

a. Kalimat minor

Kalimat minor ialah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.  Contoh : Diam!

b. Kalimat mayor

Kalimat mayor ialah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.  Contoh : Ria pergi kedapur , Tia belajar di kamar

5. Berdasarkan pola-pola dasar

a. Kalimat inti 

Kalimat inti ialah kalimat yang memiliki ciri terdiri dari dua kata, berpola S-P, dan intonasinya netral.

b. Kalimat luas

Kalimat luas ialah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata.

c. Kalimat transformasi

Kalimat transformasi ialah kalimat inti yang sudah mengalami perubahan baik berupa penambahan kata maupun perbanyakan unsur inti.
Ciri-ciri kalimat transformasi :
  1. Hanya terdiri dari dua kata
  2. Dua kata ini sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan predikat).
  3. Urutannya adalah subyek mendahului predikat
  4. Informasinya adalah intonasi berit yang netral

6. Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya

Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya, kalimat dibedakan atas:
  1. Kalimat minim (hanya mengandung satu kontur)
  2. Kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur)
Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. Contoh:
  • # Pergi! #
  • # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari #
Kalimat (i) adalah kalimat minim, sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.

7. Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya

Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya, kalimat dibedakan atas:

a. Kalimat tunggal

Kalimat tinggal adalah kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P.

b. Kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P) Kalimat majemuk, berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas:
  1. Kalimat majemuk setara 
  2. Kalimat majemuk setara ialah kalimat majemuk yang klausa-klausanya sama tinggi kedudukannya. kalimat majemuk setara dibagi menjadi 5 bagian :
    1. Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: kalimat yang menggunakan kata penghubung dan
    2. Kalimat Majemuk Setara Penguatan: kalimat yang menggunakan kata penghubung bahkan
    3. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: kalimat yang menggunakan kata penghubung atau
    4. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: kalimat yang menggunakan kata penghubung tetapi, sedangkan, melainkan
    5. Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: kalimat yang menggunakan kata penghubung kemudian, lalu, lantas.
  3. Kalimat majemuk betingkat
  4. Kalimat majemuk betingkat adalah dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda yang memiliki unsur induk kalimat dan anak kalimat.
    Contoh : Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.
  5. Kalimat majemuk campuran
  6. Kalimat majemuk campuran gabungan antara kalimat majemuk tunggal dan kalimat majemuk setara. Contoh: Andi bermain dengan budi.
  7. Kalimat majemuk rapatan


8. Berdasarkan Pengucapannya

Kalimat berdasarkan pengucapanya dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
Contoh:
Tina berkata: “Ria, jangan membuang sampah itu disembarang tempat!”

b. Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.
Contoh:
Kakak berkata bahwa dia senang melihat aku mendapatkan pekerjaan

sumber : organisasi.org
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Struktur Pasar (penggolongan pasar)

Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.

Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi :

a. Menurut segi fisiknya

Menurut segi fisiknya pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya :
  1. Pasar tradisional.
  2. Pasar raya.
  3. Pasar abstrak.
  4. Pasar konkrit.
  5. Toko swalayan.
  6. Toko serba ada.

b. Menurut jenis barang yang dijual

Menurut jenis barang yang dijual pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya :
  1. Pasar ikan.
  2. Pasar sayuran.
  3. Pasar buah-buahan.
  4. Pasar barang elektronik.
  5. Pasar barang perhiasan.
  6. Pasar bahan bangunan.
  7. Bursa efek dan saham.
Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.

Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Pada analisa ekonomi pasar dibedakan menajdi 2, yaitu :
  1. Pasar persaingan sempurna 
  2. Pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan monopsoni).

1. Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

Ciri-ciri pokok pasar persaingan sempurna

Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah :
  1. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
  2. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
  3. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
  4. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
  5. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
  6. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

1. Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Ciri-ciri dari pasar Monopoli

Ciri-ciri dari dari pasar monopoli adalah :
  1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran.
  2. Tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close substitute).
  3. Produsen memiliki kekuatan menetukan harga.
  4. Tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.

Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin.

Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya.

Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar.

Penyebab terjadinya Pasar Monopoli

Ada beberapa penyebab terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut:
  1. Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
  2. Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut.
  3. Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
  4. Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
  5. Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.

Monopoli yang Tidak Dilarang

Beberapa Monopoli yang tidak dilarang antara lain :
  1. Monopoli by Law
    Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.
  2. Monopoli by Nature
    Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.
  3. Monopoli by Lisence
    Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual.
Arti lain monopoli "monopoli adalah permainan anak-anak yang berasal dari negara kapitalis yang tidak sesuai dengan syariah..."

2. Pasar Monopolistik

Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.

Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.

Ciri-ciri dari pasar Monopilistik

Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat, yaitu :
  1. Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
  2. Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.
  3. Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
  4. Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.
  5. Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.

4. Pasar Duopoli

Duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.

3. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Ciri-ciri dari pasar Oligopoli

Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:
  1. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
  2. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
  3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
  4. Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli: semen, air mineral.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Atasan tentang struktur pasar oligopoli sering dikaitkan dengan jumlah produsen yang sedikit, tetapi seperti telah diuraikan pengertian sedikit itu sangatlah relatif. Dapat saja terjadi jumlah produsen (bisa juga pedagang) ratusan, tetapi strukturnya tetap merupakan oligopoli. Pengertian ini lebih relevan kalau yang dimaksudkan adalah pasar dikuasai oleh sedikit produsen atau sedikit penjual. Nah, dalam pengertian sedikit ini masih terjadi variasi, ada yang mengatakan 4 perusahaan, ada yang mengatakan 8 perusahaan, tetapi ada juga penguasaan sebagian besar oleh 20 perusahaan. Lazimnya sekitar empat dan delapan perusahaan yang menguasai pasar.

Jenis-jenis oligopoli juga tidaklah sesederhana yang dipelajari dalam teori-teori ekonomi mikro. Tetapi secara garis besar dapat dibagi 2, yakni kolusif dan tidak kolusif kalau dilihat dari perilakunya, dan dilihat dari penguasaan pasar dapat juga dibagi dua, yakni oligopoli penuh dan parsial. Jenis-jenis oligopoli ini berkaitan pula dengan perilakunya yang akan diuraikan pada bagian kedua. Namun demikian, pengukuran yang agak realistik adalah pengukuran yang digunakan oleh J.S. Bain. Dalam pengukuran ini terlihat adanya derajat struktur oligopoli.

5. Pasar Monopsoni

Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.
Contohnya : PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.


sumber : http://tugas-tugas-yudha.blogspot.com/2012/06/struktur-pasar.html
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Makalah Uang, Bank dan Percetakan Uang

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Uang merupakan alat pembayaran yang berlaku sekarang untuk semua transaksi jual-beli baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah dari pada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran Pada umumnya Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima Simpanan, Giro, Tabungan dan Deposito. Kemudian Bank dikenal juga sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Disamping itu bank juga dikenal untuk menukar uang, atau menerima segala bentuk pembayaran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan sebagainya.
Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masayarakat serta memberikan jasanya dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada tiga fungsi utama Bank yaitu:
  1. Bank sebagai lembaga yang mungumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.
  2. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya
  3. Bank sebagai lembaga yang memperlancar transaksi perdagangan dan dan peradara uang.
Penyusun mengambil tema makalah uang, bank dan percetakan uang karena ini menarik untuk dipelajari khususnya di bidang ekonomi yang tidak akan lepas dari istilah tersebut.

1.2 Batasan Masalah

Dalam makalah ini penyusun akan memberikan batasan atas masalah yang akan dibahas antara lain: 1.2.1 Pengertian Uang 1.2.2 Sejarah Uang 1.2.3 Fungsi Uang 1.2.4 Pengertian Bank 1.2.5 Sejarah Bank di Indonesia 1.2.6 Fungsi Bank 1.2.7 Percetakan Uang di Indonesia

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini disusun dengan tujuan agar para pembaca tahu tentang Uang, Bank serta Percetakan Uang di Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

2.2 Sejarah Uang

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.

Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter’, yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam. Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

2.3 Fungsi Uang

Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.

2.4 Pengertian Bank

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai bank note. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998.

Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak

2.5 Sejarah Bank di Indonesia

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri. serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain:
  1. De Javasce NV.
  2. De Post Poar Bank.
  3. Hulp en Spaar Bank.
  4. De Algemenevolks Crediet Bank.
  5. Nederland Handles Maatscappi (NHM).
  6. Nationale Handles Bank (NHB).
  7. De Escompto Bank NV.
  8. Nederlansche Indische Handelsbank.
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank
  2. Bank Nasional indonesia.
  3. Bank Abuan Saudagar.
  4. NV Bank Boemi.
  5. The Chartered Bank of India, Australia and China
  6. Hongkong & Shanghai Banking Corporation
  7. The Yokohama Species Bank.
  8. The Matsui Bank.
  9. The Bank of China.
  10. Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
  1. NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP), didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung
  2. Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI '46.
  3. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
  4. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
  5. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
  6. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
  7. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
  8. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
  9. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
  10. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.
Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari'ah, dan juga BPR Syari'ah (BPRS).

2.6 Fungsi Bank

Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu Negara. Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan. Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.

Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.

Jasa perbankan sebenarnya sangat banyak, hanya saja sedikit sekali masyarakat yang mengetahuinya. Tujuan dan manfaatnya pun sangat baik bagi para nasabah. Akan tetapi banyak yang memanfaatkannya untuk tindakan kriminal, seperti pembobolan ATM dan pemalsuan buku tabungan dan lain-lain

2.7 Percetakan Uang di Indonesia

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM PERURI) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi untuk mencetak uang rupiah (baik uang kertas maupun uang logam) bagi Republik Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006. Selain mencetak uang rupiah Republik Indonesia, juga mencetak produk sekuriti lainnya, termasuk cetakan kertas berharga non uang dan logam non uang.

PERUM PERURI didirikan pada tanggal 15 September 1971, dan merupakan gabungan dari dua Perusahaan yaitu PN. Pertjetakan Kebajoran atau PN. PERKEBA, dan PN. Artha Yasa. Pendirian ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 tahun 1971, selanjutnya diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 25 tahun 1982, kemudian diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2000 dan disempurnakan untuk terakhir kalinya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2006.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006 di atas, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM PERURI) diberikan tugas dan wewenang untuk mencetak lima produk unggulan, yakni uang Republik Indonesia yang meliputi uang kertas dan uang logam, paspor RI, pita cukai, meterai dan sertifikat tanah. Setiap produk yang dicetak oleh Perum Peruri mempunyai ciri khusus yang mengutamakan segi-segi pengamanan, mengingat dokumen tersebut merupakan dokumen negara yang sangat vital. Oleh karena itu, Perum Peruri selalu memfokuskan unsur-unsur sekuriti atau security feature pada setiap produk cetakannya.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.

Dari uraian makalah diatas diharapkan bias menambah pengetahuan para pembaca sekalian mengenai Uang, Bank serta Percetakan Uang di Indonesia.

Besar harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khusunya dan juga bagii para pembaca umumnya terutama untuk cievitas akademika di Universitas Gunadarma.

DAFTAR PUSTAKA


  1. Bree, L de: Gedenboek van de Javasche Bank, 1828-1928, vol.I-II, Weltevreden 1928 Chijs Mr. JA van der: Catalogus der Numismatischen Verzameling van het Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Batavia 1896.
  2. http://terbaru2010.com/cara-pembuatan-uang-republik-indonesia.html
  3. http://novikarlina10.blogspot.com/2010/06/uang-bank-dan-penciptaan-uang.html 
  4. http://ryanzulhamcorp.blogspot.com/2010/05/uangbank-dan-penciptaan-uang.html 
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
  6. http://kholiscollection.blogspot.com/2011/04/resume-4-struktur-pasar.html
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Menu Editor Pada Visual Basic (VB)

Penjelasan Menu Editor pada Visual Basic (VB)

Menu Editor adalah salah satu tool yang terdapat dalam menu Visual Basci (VB) untuk membuat suatu control menu.

menu editor visual basic vb
Menu editor pada visual basic (vb)

Cara Membuat Menu Editor pada Visual Basic (VB)

Berikut cara untuk membuat Menu Editor
  1. Pilih menu Tool dan pilih Menu Editor
  2. Caption diisi dengan nama menu yang kita inginkan contoh File ”&File” setiap penulisan di caption diawali dengan ”&”
  3. Name diisi dengan nama menu ditambah “Menu_” pada awalnya dan nama menu tidak memakai spasi, Misal “Menu_file”
  4. Jika anda ingin membuat submenu, tekan terlebih dahulu tanda panah kearah kanan lalu ketikan nama menu dan klik Next.
  5. Jika anda ingin menghapus menu yang telah dibuat, anda tiggal memilih atau meng-klik menu yang ingin dihapus kemudian klik Delete.
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

DataBase Pada Visual Basic (VB)

Penjelasan DataBase pada Visual Basic (VB)

Database dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu Back-end dan Fron-end. Back-end adalah yang menyusun atau menyimpan dan mengamankan database. Sedangkan Front-end adalah aplikasi yang berhubungan langsung dengan pemakai program.

Cara membuat DataBase pada Visual Basic (VB)

  1. Klik Menu utama  : Add Ins.
  2. Pilih Visual Data Manager.
  3. Klik File - New, lalu untuk membuat database anda bisa memilih Microsoft Acces.
  4. Maka akan tampil kotak dialog penyimpanan database

Cara menampilkan DataBase pada Visual Basic (VB)

  1. Pilih Menu utama  : Add Ins.
  2. Pilih Visual Data Manager.
  3. Pilih File - Open DataBase kemudian pilih Microsoft Acces.
  4. Kemudian cari nama DataBase yang akan ditampilkan atau digunakan.

Cara mengkoneksikan DataBase kedalam Visual Basic (VB)

  1. Pilih Add Ins > Visual Data Manager.
  2. Aktifkan File - New - Microsoft Acces-version 7.0 MDB.
  3. Select Microsoft Acces DataBase - to Create kemudian save file database anda.
  4. Pilih File - Open DataBase Microsoft Acces, pilih file anda kemudian open.
  5. Pada Database Windows klik kanan Properties - New Table
  6. Isi field-field yang akan dibentuk.
  7. Double klik pada nama tabel yang telah anda buat, kemudian isi dengan recordnya.
  8. Pilih Close untuk menutup windows tersebut.
  9. Buat Form sesuai yang anda inginkan.
  10. Untuk menghubungkan database tersebut dengan form, anda dapat menggunakan AdoDC1.
  11. Klik kanan pada AdoDC1 - Properties pilih Built - Microsoft Zet 4.0 OLE DB provider.
  12. Klik Next, kemudian pilih database anda, kemudian test dengan meng-klik Test Conection - Ok.
  13. Pilih Record Source pada tab Properties page.
  14. Pilih AdoCMD tabel pada Command Type.
  15. Pilih nama Procedure Table - Ok.
  16. Pada interface yang dibuat aktifkan textbook, pada General Properties pilih data source.
  17. Klik AdoDC - data field, kemudian sisi sesuai keinginan.
  18. Tekan F5 untuk menjalankan program database tersebut.
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Sekilas Latex (Rumus, Detail, Tex dan Daftar isi)

Membuat rumus pada Latex 

Dalam Tex penulisan rumus matematika dituliskan diantara tanda '$' atau '$$'. Perbedaan kedua tanda tersebut adalah :
  1. Rumus diantara '$' akan muncul sebagi bagian dari sebuah kalimat, sering disebut inline equation.
  2. Rumus diantara '$$' akan muncul sebagi teks yang berdiri sendiri sering disebut sebagai displayed equation.
Misal untuk rumus


kita menulisnya seperti ini :
$$\frac{-b\pm \sqrt{b-4ac}}{2a}$$

Detail pada Latex

Detail adalah sebuah karakter khusus yang terdapat pada Latex, karakter-karakter khusus tersebut antara lain :
  1. $ : rumus matematika.
  2. & : pembatas kolom dalam tabel.
  3. % : komentar.
  4. # : substitusi parameter dalam perintah.
  5. _ : subscript.
  6. { : awal blok.
  7. } : akhir blok.
  8. ^ : superscript.
  9. \ : awal perintah.
  10. ~ : hard-space.

Kegunaan Tex pada Latex

  1. Tex dalam Latex memiliki kemampuan :
  2. Simbol-simbol tertentu
  3. Ligature
  4. Sudah menangani hal-hal rinci secara otomatis.
  5. Simbol-simbo fonotik, logik, exexption.
  6. Not balok
  7. Dapat menulis huruf arab dan Kanji.

Cara membuat Daftar isi pada Latex

Cara membuat daftar isi dengan menggunakan Latex sangatlah mudah, berikut cara membuat daftar isi pada Latex :
Dengan menggunakan perintah pembagian struktur seperti \part, \chpater atau \section maka akan muncul secara otomatis dengan perintah \tableofcontent.
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Mean, Median dan Modus pada R Programing

Pengertian Mean, Median dan Modus.

1. Pengertian Mean

Mean adalah rata-rata hitung dengan menjumlahkan seluruh angka data yang selanjutnya dibagi dengan banyaknya (jumlah) data.

2. Pengertian Median

Median adalah ukuran pusat yang data yang nilainya terletak ditengah-tengah raingkaian data yang terurut.

3. Pengertian Modus

Modus adalah suatu nilai yang terdapat dalam rangkaian data yang memiliki frekuensi tertinggi.


Rumus mencari Mean, Median dan Modus pada R Programing

1. Rumus Mean

Bentuk umum dari Rumus Mean :
mean (batas_kelas_bawah : batas_kelas_atas)

2. Rumus Median

Bentuk umum dari Rumus Median :
md = Bm + i * ( ( ( n / 2 ) - fkm ) / fm )
Keterangan :
  • md : Median.
  • Bm : tepi batas kelas pada kelas Median.
  • i : interval.
  • fkm : frekuensi komulatif sebelum kelas Median.
  • fm : frekuensi pada kelas Median.

3. Rumus Modus

Bentuk umum dari Rumus Modus :
mo = Bm + i * ( d1 / ( d1 + d2 ) )
Keterangan :
  • mo : Modus
  • Bm : tepi batas kelas pada kelas Modus.
  • i : interval.
  • d1 : frekuensi kelas Modus dikurangi frekuensi kelas sebelum kelas Modus.
  • d2 : frekuensi kelas Modus dikurangi frekuensi kelas setelah kelas Modus.
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Open Office Calc (Penjelasan dan Macam-macam Formulanya)

Pengertian Oppen Office Calc

Open Office Calc adalah aplikasi perkantoran berupa spreadsheet yang lengkap sama  seperti MS-Excel pada MS-Office.

Macam-macam Formula pada Open Office Calc

1. Fungsi Sum

Fungsi Sum digunakan untuk menjumlahkan sekian data pada satu range.  Contoh : 
=SUM(number1,number2,..)

2. Fungsi Average

Fungsi Average digunakan untuk mecari nilai rata-rata. Contoh : 
=AVERAGE(number1,number2,..)

3. Fungsi Max

Fungsi Max digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data. Contoh : 
=MAX(number1,number2,..)

4. Fungsi Min

Fungsi Min digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data. Contoh : 
=MIN(number1,number2,..)

5. Fungsi Count

Fungsi Count digunakan menghitug jumlah data dari range yang kita pilih. Contoh : 
=COUNT(number1,number2,..)

6. Fungsi Stedev

Fungsi Stedev digunakan untuk menentukan standar deviasi dari suatu range. Contoh : 
=STEDEV(number1,number2,..)

7. Fungsi Var

Fungsi Var digunakan untuk menentukan nilai variance dari suatu range. Contoh : 
=VAR(number1,number2,..)

8. Fungsi If

Fungsi If digunakan untuk penyeleksian nilai dari suatu cell. Contoh : 
=IF(A1=100,"Hebat","Payah")

9. Fungsi String

Fungsi String digunakan untuk mengubah isi teks numeric menjadi bilangan. Contoh : 
=STRING(A1)


10. Fungsi Value

Fungsi Value digunakan untuk merubah nilai value menjadi nilai teks. Contoh : 
=VALUE(teks)
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Peranggaran Perusahaan (Budgeting)

1. Pengertian Anggaran 

Pengertian anggaran (budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang (Munandar, 1986). 

2. Unsur yang melekat pada budget

a. Rencana 

Recana merupakan penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang dengan spesifikasi khusus, misalnya disusun secara sistematis mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (satuan) moneter. 
Beberapa alasan diperlukannya “rencana” bagi perusahaan:
  1. adanya ketidakpastian di masa yang akan datang 
  2. banyaknya alternatif di masa yang akan datang.
  3. rencana merupakan pedoman kerja perusahaan
  4. rencaa sebagai alat koordinasi kegiatan dari seluruh bagian yang ada di perusahaan. 
  5. rencana sebagai alat pengawasan (control) terhadap pelaksanaan.

b. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan

Unsur ini bermakna bahwa budget mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian yang ada dalam perusahaan, (pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi dan kegiatan yang berkaitan dengan sumberdaya manusia). 

c. Dinyatakan dalan unit (satuan) moneter

Budget dinyatakan dalam satuan moneter yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam, yakni satuan ”rupiah”, mengingat satuan dari berbagai kegiatan pada dasarnya berbeda misalnya: untuk bahan mentah kilogram, tenaga kerja jam kerja per minggu dst. 

d. Jangka waktu tertentu yang akan datang. 

Unsur ini menyatakan bahwa budget berlaku untuk masa datang, hal ini berarti bahwa apa yang dimuat dalam budget adalah taksiran –taksitan (forecast) tentang apa yang akan terjadi serta apa yang akan dilakukan di waktu yang akan datang.
Berkaitan dengan jangka waktu, budget dikenal dengan :
  1. budget strategis : budget yang berlaku untuk jangka panjang/lebih dari 1 periode akuntansi/ 1 tahun.
  2. budget Taktis : budget yang berlaku untuk jangka pendek. Budget yang disusun untuk 1 periode akuntansi (setahun penuh) dinamakan budget Periodik (periodikal budget), sedangkan budget yang disusun untuk jangka waktu kurang dari satu periode akuntansi misalnya jangka tiga bulanan, danse bagainya disebut sebagai budget bertahap (continous budget). 

3. Faktor yang memengaruhi ketepatan penentuan jangka waktu berlakunya budget adalah:

  1. Luas pasar
  2. Posisi perusahaan dalam persaingan 
  3. Jenis Produk yang dihasilkan (elastis dan in-elastis, umur selera konsumen)
  4. Tersedianya data dan informasi (berkatan dengan keakuraan budget).
  5. Keadaan perekonomian pada umumnya. (kasus krisis moneter).

4. Kegunaan budget:

  1. sebagai pedoman kerja
  2. sebagai alat pengkoordinasian kerja
  3. sebagai alat pengawasan kerja/tolok ukur.

5. Faktor yang memengaruhi penyusunan budget:

a. Faktor interen 

Yang dimaksud dengan faktor intern adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Yang dapat berupa: Penjualan tahun –tahun lalu, kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, kapasitas produksi dll).

b. Faktor Ekstern

Faktor ekstern meliputi, data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi memiliki pengaruh terhadap kehidupan perusahaan.Yang dapat berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, perekonomian nasional, berbagai kebijakan pemerintah dll. 

6. Hubungan Peranggaran dengan Manajemen

Fungsi Manajemen adalah menyusun perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), koordinator (coordinating), dan pengawasan (controling) terhadap orang dan barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. . 
Berdasarkan pengertian sebelumnya (budget maupun manajemen), dapat disimpulkan bahwa budget sebagai alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan fungsi-fungsinya. Namun demikian budget sebagai alat bagi manajemen memiliki kelemahan: yakni:
  1. Budget disusun berdasarkan taksiran-taksira.
  2. Budget disusun dari berbagai data baik yang controlabel dan non controlabel.
  3. Efeftivitas dan efisiensi budget tergantung dari manusia sebagai pelaksana.

7. Hubungan antara budget dengan Akuntansi

Akuntansi menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk menghitung (menyiapkan) taksiran-taksiran yang akan dituangkan dalam budget, yang nantikan akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu yang akan datang. Selanjutnya akutansi akan melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaaan budget itu nantinya, dari hari ke hari, dengan demikian akuntansi dapat menyajikan data realisasi pelaksanaan budget secara lengkap. 
Sehingga dengan membandingkan antara budget dan catatan akuntansi dapat diketahui apakah perusahaan telah melaksanaakan proses kerja secara efisien atau in-efisisen, efektif atau inefektif, dst, Oleh karena itu semua teknik pencatatan dan semua sistematika yang dipakai dalam akuntansi harus sama dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang dipakai dalam budget. 

8. Hubungan antara budget dengan statistika dan matematika

Berhubungan untuk pengolahan data (sebagai penunjang) baik saat penyusunan maupun realisasi dan penganalisaan realisasi budget. Sehingga dapat diketahui penyimpangan positif maupun negatif, sebagai bahan pertimbangan keputusan efisiensi budget. 

9. Isi dan Prosedur Penyusunan Anggaran dan Faktor

Budget adalah hasil kerja (out-put) yang terutama berupa taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang, yang dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan sistematis.

10. Proses Kegiatan yang tercakup dalam Budgeting:

  1. Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun budget.
  2. Pengolahan dan penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan taksiran-taksiran dalam rangka menyusun budget, 
  3. Menyusun budget dan menyajikan secara teratur dan sistematis.
  4. Pengkoordinasian pelaksanaan budget
  5. Pengolahan dan penganalsisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi dan memperoleh kesimpulan, dalam rangka mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut (follow-up) dari kesimpulan-kesimpulan tersebut. 

11. Tugas Penyusunan Budget

Tugas penyusunan budget merupakan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi perusahaan. Namun demikian tugas penyusunan budget selanjutnya dapat didelegasikan kepada bagian yang terkait pada perusahaan (tergantung struktur perusahaan). Berikut ini beberapa bagian yang dapat memperoleh pendelagasia penyusunan budget:
  1. bagian administrasi (bagi perusahaan kecil) , karena seluruh data aktivitas perusahaan baik produksi, pemasaran maupun yang lainnya terkumpul pada bagian ini. 
  2. panitia budget (bagi perusahaan besar), terdiri dari pimpinan dan wakil masingmasing bagian terkaita.
Budget yang selesai disusun baik oleh bagian administrasi maupun panitia budget (tergantung organisasi perusahaan), disebut sebagai draft budget (rancangan budget), sedangkan apabila rancangan tersebut telah diserahkan,disetujui dan disahkan oleh pimpinan teritnggi perusahaan disebut sebagai Budget yang definitif. 

12. Isi budget

Budget sudah sehusnya mencakup seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi budget benar-benar dapaaat berjalan. Budget yang menyeluruh tersebut di namakan budget Komprehensif (Comphrehensive Budget).

13. Isi dari Comphrehensive Budget, secara garis besar terdiri dari:

  1. forecasting budget
  2. variabel budget (berisis tentang tingkat perubahan biaya atau tingkat variabilitas)
  3. analsisa statistika dan matematika pembantu
  4. laporan budget (/budget report): merupakan laporan realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dengan relaisasinya, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan maupun efisiensi-efisiensi yang terjadi, sehingga dapat dianalisis dan ditarik kesimpulan. 

14. Anggaran Komprehensip dan Parsial 

Anggaran komprehensip merupakan anggaran dengan ruang lingkup yang meyeluruh. Aktivitas yang tercakup dalam anggaran komprehensip mencakup seluruh aktivitas perusahaan baik dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi. 
Secara lengkap anggaran komprehensip terdiri dari:
  1. Substantif plan : Pada substantif plan berisi Tujuan umum perusahaan, tujuan khusus perusahaan, strategi perusahaan, asumsi-asumsi.
  2. Financial plan / Anggaran jangka panjang : meliputi penjualan, biaya penjualan, modal, arus dana, dan kebutuhan tenaga kerja.

Anggaran tahunan 

a. Anggaran operasional 

  1. Anggaran laba rugi
  2. Anggaran pembantu laba rugi
    • Anggaran penjualan
    • Anggaran produksi
    • Anggran biaya produksi
    • Anggaran biaya penjualan 

b. Anggaran keuangan 

  1. Anggaran neraca 
  2. Anggaran pembantu neraca 
    • Anggaran kas
    • Anggaran piutang
    • Anggaran persediaan
    • Anggaran Perubahan aktiva tetap
    • Anggaran utang
    • Anggaran Penambahan modal
  3. Anggaran variabel
  4. Anggraan Statistik pembantu
  5. Laporan Internal
Anggaran Parsial. Anggran parsial merupakan anggaran yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas atau dalam ruang lingkup yang sempit. Misalnya perusahaan hanya menyususn anggaran produksi saja, penjulan atau keuangan saja. Dalam anggaran parsial masing-masing bagian menyusun anggaran secara sendiri-sendiri, sehingga rencana tersebut disusun tidak terpadu, dibandingkan dengan anggaran komprehensip anggaran parsial lebih mudah disusun karena belum begitu kompleks.

15. Anggaran Pendekatan Sistem

Suatu sistem adalah kumpulan komponen yang saling berinteraksi atau saling bergantung, yang dikoordinie sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kebulatan dan diorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Sebagai suatu sistem budget terdiri dari :
  1. Inti sistem : Inti sistem mencerminkan sasaran dari fungsi pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi. Sebagai inti sistem anggaran mempunyai fungsi sebagai alat manajemen untuk merencanakan serta mengawasi kegiatan masing-masing fungsi tersebut
  2. Subsistem penunjang : Mencerminkan berbagai hal yang fungsinya diperlukan untuk membantu kelancaran bekerjanya inti sistem. Subsistem penunjang meliputi struktur organisasi, tertib administrasi, analisa data statistik internal dan analisa akuntansi dan angka-angka standar.
  3. Subsistem lingkungan : Subsistem lingkungan merupakan variabel yang terletak di luar perusahaan yang meliputi data dan analisis ekonomi, data dan analisis industri, data dan analisis produk serta struktur harga dan persaingan
Read More
Published Selasa, November 13, 2012 by with 0 comment

Penetuan dan Pengendalian Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja

1. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan dapat dibedakan menjadi biaya bahan baku dan biaya bahan penolong. Biaya bahan baku adalah bahan yang identitasnya dapat dilacak pada produk jadi dan yang diproses menjadi produk jadi dengan menggunakan tenaga kerja dan overhead pabrik. Biaya bahan baku merupakan salah satu elemen biaya utama. Bahan penolong adalah bahan yang indentitasnya tidak dapat dilacak pada produk jadi dan nilai relatif tidak material. Biaya bahan penolong merupakan elemen biaya overhead pabrik.

2. Akuntansi Bahan Baku

Akuntansi terhadap bahan baku dibedakan menjadi akuntansi pembelian bahan baku dan akuntansi pemakaian bahan baku. Prosedur pembelian bahan terdiri atas 
  1. permintaan pembelian
  2. pesanan pembelian, dan 
  3. penerimaan bahan. 
Oleh karena itu, terdapat 3 dokumen pembelian bahan, yaitu 
  1. Surat Permintaan Pembelian (lihat Figure 3-1 pada Polimeni-Ch.3-hal 92)
  2. Surat Pesanan Pembelian (lihat Figure 3-2 pada Polimeni-Ch.3-hal 92), dan 
  3. Laporan Penerimaan Barang (lihat Figure 3-3 pada Polimeni-Ch.3-hal 93). 
Atas dasar 3 dokumen inilah pembelian bahan dicatat. Pencatatan persediaan bahan dapat menggunakan metode phisik maupun metode perpetual. Metode perpetual lebih baik untuk tujuan pengendalian dan lebih informatif dari pada metode phisik. Oleh karena itu, perusahaan menengah dan besar umumnya menggunakan metode perpetual. 

3. Prosedur Pengendalian Bahan Baku

Pengendalian bahan baku dimaksudkan agar proses produksi dapat berjalan lancar, dalam arti bahan baku tersedia saat dibutuhkan, dan pengadaan bahan baku dilakukan secara efisien. Prosedur pengendalian bahan baku dapat menggunakan lima metode, yaitu
  1. order cycling
  2. the min-max method
  3. the two-bin method
  4. the automatic order system
  5. the ABC plan. 
Metode order cycling adalah metode pengendalian bahan baku yang me-review bahan baku secara periodik, misal setiap 30 hari. Jangka waktu me-review dipengaruhi oleh jenis bahan bakunya. Bahan baku yang esensial membutuhkan jangka waktu review yang lebih pendek dibanding bahan baku yang kurang penting. Pada saat dilakukan review, pemesanan bahan baku dibuat sehingga pada saat dibutuhkan bahan baku akan tersedia.
Metode the min-max adalah metode pengendalian bahan baku yang didasarkan atas asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum. Jika tingkat maksimum dan tingkat minimum sudah ditetapkan, maka pada saat persediaan menuju ke tingkat minimum pemesanan bahan baku harus dilakukan untuk menempatkan persediaan pada tingkat maksimum.

Metode the two-bin method adalah metode pengendalian bahan baku yang dipakai jika bahan bakunya relatif tidak mahal. Dalam metode ini, bahan baku dipisahkan menjadi dua bagian yang disimpan dalam ruangan yang terpisah. Bagian pertama adalah bahan baku yang akan digunakan selama periode saat bahan baku diterima dan saat pemesanan dilakukan. Bagian kedua adalah bahan baku yang akan digunakan dalam periode saat pemesanan dan saat pengiriman. Pemesanan bahan dilakukan pada saat bahan bagian pertama sudah digunakan.

Metode pemesanan otomatis (the automatic order system) adalah metode pengendalian bahan baku yang secara otomatis akan melakukan pemesanan bahan baku jika persediaan mencapai jumlah tingkat pemesanan kembali. Metode ini akan optimal jika digunakan komputer untuk mengadministrasikan persediaan bahan baku.

Metode ABC (the ABC plan) digunakan jika perusahaan mempunyai persediaan bahan baku dalam jumlah besar dengan nilai yang berbeda-beda. Pengendalian bahan baku yang nilainya tinggi berbeda dengan persediaan yang nilainya rendah. Dalam metode ABC, persediaan bahan baku digolongkan menjadi tiga kelompok atas dasar nilainya, yaitu 
  1. kelompok A yang nilainya tertinggi
  2. kelompok B yang nilainya sedang, dan
  3. kelompok C yang nilainya terendah.
Kelompok A mempunyai karakteristik pengendalian sebagai berikut: 
  1. jumlah persediaan minimal kecil,
  2. tingkat review tinggi
  3. tingkat pemesanan tinggi
  4. membutuhkan pencatatan rinci, dan
  5. tingkat pengawasan tinggi. 
Kelompok C mempunyai karakteristik pengendalian sebagai berikut: 
  1. jumlah persediaan minimal besar
  2. tingkat review rendah
  3. tingkat pemesanan rendah
  4. tidak membutuhkan pencatatan perpetual, dan
  5. tingkat pengawasan rendah.

4. Biaya Tenaga Kerja 

Biaya tenaga kerja merupakan biaya yang digunakan untuk memproses bahan menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja dibedakan menjadi biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang langsung menangani proses pengubahan bahan menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja langsung merupakan salah satu elemen biaya utama. Biaya tenaga kerja tidak langsung menjadi elemen biaya overhead pabrik. 

5. Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

Akuntansi biaya tenaga kerja dibedakan ke dalam tiga kegiatan, yaitu
  1. penghitungan biaya tenaga kerja per karyawan
  2. perhitungan total biaya tenaga kerja, dan
  3. alokasi biaya tenaga kerja. 
Untuk melakukan kegiatan tersebut diperlukan dokumen kartu jam hadir (time card/clock card) dan kartu jam kerja (labor job ticket). Kartu jam hadir mencatat jam kerja karyawan setiap harinya, sedang kartu jam kerja mencatat jam kerja yang dilakukannya untuk mengerjakan produk tertentu. 

Minimum Guaranteed Wage And Incentive Plans

Upah langsung biasanya dibayar atas dasar unit yang diproduksi atau jam kerja yang dilakukan dikalikan dengan tarif upahnya. Untuk meningkatkan produktifitas karyawan, banyak perusahaan yang menetapkan upah dengan sistem insentif. Sistem upah ini akan menguntungkan baik bagi karyawan lama maupun karyawan baru. Karyawan lama dengan tingkat kemahiran (skill) yang sudah tinggi mempunyai produktifitas di atas normal sehingga selain mendapat upah normal juga akan mendapat insentif. Karyawan baru karena belum mempunyai keahlian produktifitasnya di bawah normal tetapi karyawan tersebut tetap mendapat upah normal. Sistem insentif semacam ini disebut the Gant Task System.
Read More